Kisah Dinosaurus Edmonto Yang Pincang | Hikmah Bersabarlah Dalam Menghadapi Ujian, Karena Siapa Yang Bersabar Dalam Menghadapi Ujian Ia Akan Mendapat Hasil Yang Indah.
Suatu hari ada seekor dinosaurus malang bernama edmontosaurus, edmonto ini tinggal disebuah hutan hijau yang terletak diantara pegunungan dan sungai, edmonto ini hidup sebatang kara, induknya telah lama mati sejak dirinya masih kecil, membuat edmonto sudah terbiasa menghadapi kehidupannya sendiri sedari kecil. Edmonto terlahir dengan kondisi kaki yang pincang, karena itu edmonto sedikit kesulitan untuk berjalan, namun edmonto tidak mengeluh dengan kondisi kakinya yang seperti itu, ia justru sangat bersyukur karena ia masih bisa berjalan walau harus penuh perjuangan. Edmonto ini sangat sabar dalam menghadapi ujian yang datang di hidupnya sedari kecil, selain ditinggal induknya dan terlahir pincang, edmonto ini tidak memiliki seorang teman di hutan sana, walau hutan hijau itu dihuni banyak hewan, namun tak ada satu ekor hewan pun yang mau menemaninya, karena kondisi edmonto yang cacat. Hampir setiap hari edmonto mendengar hewan lain yang selalu meledek kondisi fisiknya, hal itu membuat edmonto bersedih. Namun, ia berusaha untuk kuat dan tidak menggubrisnya, ia tetap berusaha sabar walau terkadang ia sangat kesal mendengar perkataan hewan hewan lain yang meledek dirinya, namun ia memilih diam agar tidak terjadi perdebatan dengan hewan lain yang hanya akan membuat dirinya semakin dijauhi. Edmonto ini setiap harinya selalu keluar rumah dan pergi mengelilingi hutan untuk mencari makan, karena kondisi kakinya yang pincang membuat edmonto hanya dapat mencari makanan di sekitaran hutan saja, tidak seperti hewan lain yang mencari makan ke pegunungan. Terkadang edmonto sangat ingin sekali pergi ke gunung untuk mencari makan, karena ia sering mendengar hewan hewan lain berbicara dan mengatakan kalau di pegunungan sangat banyak sekali makanan lezat yang tidak ada di hutan ini, namun apa daya jangankan untuk pergi mendaki pegunungan, untuk berjalan mengelilingi hutan saja edmonto kesulitan, sehingga ia hanya menyimpan rasa keinginannya itu di dalam hatinya sendiri. Terkadang saat makanan di hutan susah di dapat, ia harus menahan rasa laparnya karena tidak menemukan makanan di hutan, jika hal itu terjadi, edmonto akan pergi ke sungai untuk meminum air yang banyak disana hingga rasa laparnya tertutupi dengan air yang ia minum. Dan jika perutnya masih merasa lapar, ia akan pergi kembali pulang ke rumahnya dan tidur agar rasa laparnya hilang, ia tidak berani untuk meminta tolong pada hewan lain untuk menitip makanan dari pegunungan karena ia takut jika melakukan itu ia malah akan semakin akan di ledek oleh hewan lain.
Pagi itu edmonto sudah terbangun dari tidurnya, ia keluar rumahnya dan menghirup udara pagi yang segar ‘ huft.. segar sekali udara pagi ini’ ucap edmonto sambil menghirup udara ia sesekali memejamkan matanya menikmati angin yang berhembus mengenai wajahnya, saat ia sedang menikmati udara itu terdengar dari kejauhan seekor hewan menertawakannya ‘ haha lihat lah si pincang itu, ia sedang menikmati udara sendirian haha kasian ya tidak punya teman ’ ucap seekor hewan pada temannya ‘ haha iya, lagian siapa juga yang mau menemani hewan pincang seperti itu, hanya akan merepotkan saja haha’ jawab hewan lainnya Mereka menertawakan edmonto dan menghinanya seakan edmonto tak akan mendengar percakapan mereka, mereka pun tidak peduli jika perkataannya itu dapat membuat edmonto sedih, yang mereka pedulikan adalah diri mereka sendiri dan kesenangannya. Edmonto yang mendengar itu benar benar merasa sedih, padahal edmonto baru saja ingin menikmati pagi itu dengan damai, namun kini ia harus menikmati pagi sambil bergelut dengan rasa sedih yang kini edmonto rasakan. Ia pun memilih masuk ke rumahnya agar tidak mendengar perkataan hewan lain yang akan membuatnya semakin bersedih. Di dalam rumah edmonto duduk melihat ke arah luar melalui jendela rumahnya, ia melihat hewan hewan sedang berjalan bersama, mereka berjalan sambil tertawa seperti tidak ada kesedihan yang mereka rasakan, edmonto melihat itu justru semakin sedih, ia pun akhirnya meneteskan air matanya karena sudah tak sanggup lagi menahan rasa sedihnya. ‘ hiks.. kenapa mereka begitu jahat padaku hiks..’ ucap edmonto sambil menangis ‘ padahal aku tidak melakukan hal yang menyakiti mereka, tapi mereka tega meledek ku seperti itu’ ucap edmonto sambil terus menangis. Ia menangis sendirian di rumahnya, rumahnya yang jauh dari rumah rumah hewan lain membuat tangisannya tak terdengar oleh siapapun, edmonto yang bersedih itu pun menguatkan dirinya kembali, karena ia tidak bisa larut dalam kesedihan yang dia rasakan. ‘ hiks.. sudah edmonto tidak apa aku harus kuat..’ ucap edmonto menguatkan dirinya sendiri sambil masih menangis Ia pun menghirup nafasnya dalam dalam untuk menghentikan tangisnya, tangisnya pun berhenti setelah beberapa saat ia menenangkan pikiran dan perasaannya ‘ ahh sudah aku tidak boleh bersedih, lagi pula aku harus bersyukur masih bisa berjalan dan makan untuk bertahan hidup tanpa mengandalkan orang lain ’ ucap edmonto kembali menyemangati dirinya
Hingga tiba tiba ia mendengar seekor hewan teriak minta tolong, ia yang mendengar itu pun langsung keluar dan mencari sumber suara itu, ia pun melihat dari kejauhan seekor dinosaurus sedang kesakitan di dekat pohon, tanpa berpikir lama ia pun menghampirinya, ia tidak pernah melihat dinosaurus itu di dalam hutan sana. ‘ kau kenapa kawan ?’ tanya edmonto pada hewan yang kesakitan itu ‘ kaki ku tertusuk akar pohon yang tajam, ini sungguh kesakitan, aku tidak bisa berjalan pulang ke pegunungan’ ucap hewan itu Edmonto pun akhirnya mengetahui asal hewan yang tak pernah ia temui di hutan ‘ ayo aku bantu kau untuk pulang ke pegunungan’ ucap edmonto hewan itu pun dibantu edmonto untuk berdiri dan berjalan ke pegunungan, mereka berjalan tertatih tatih, edmonto pun membantunya sekuat tenaga ia tidak menghiraukan kaki pincangnya, ia hanya berpikir untuk membantu hewan itu pulang ke rumahnya. Hewan kesakitan itu pun melihat kaki edmonto yang pincang, ia sangat tersentuh karena kebaikan edmonto yang mau membantunya pulang walau dengan keadaan kaki edmonto yang pincang.
Setelah melewati perjalanan yang panjang dan lama, edmonto dan hewan itu pun sampai di pegunungan, edmonto merasa bangga pada dirinya karena telah mengantarkan hewan itu pulang dan berhasil pergi ke pegunungan. Ia pun kembali berjalan menuju rumah hewan itu, dan betapa terkejutnya ia karena hewan yang ia bantu memiliki rumah yang besar dan juga kebun buah milikinya sendiri, edmonto pun melihatnya takjub ‘ terimakasih, ayo masuklah dan beristirahat sejenak dirumahku ’ ucap hewan itu edmonto pun memasuki rumah hewan itu, lalu ia duduk disana, setelah beberapa saat ditinggal hewan itu, hewan itu pun kembali sambil membawakannya makanan pegunungan yang lezat dan tidak ada di hutan ‘ makanlah’ ucap hewan itu edmonto pun memakannya dengan lahap, lalu mereka pun berbincang satu sama lain, edmonto pun menceritakan kisah hidupnya pada hewan itu, hewan itu pun merasa iba mendengar cerita edmonto, saat hendak pulang hewan itu pun menyuruh edmonto untuk tinggal di pegunungan bersama dirinya dirumah yang besar itu, edmonto yang mendengar itu pun sangat senang dan menyetujui hal itu. Akhirnya edmonto pun memiliki seorang teman dan tempat tinggal baru yang dipenuhi makanan, sehingga ia takkan merasakan kelaparan lagi, ini adalah buah dari kesabaran edmonto dalam menghadapi ujian hidupnya dan kebaikkannya.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini