Acil Kelinci Yang Cantik | Hikmah Jangan Merasa Tidak Percaya Diri Hanya Karena Kekurangan Kita dan Dukunglah Siapapun Untuk Berusaha Menjadi Lebih Baik Lagi
Suatu hari disebuah hutan, ada seekor kelinci putih kecil yang tinggal di sebuah pohon yang begitu rindang, kelinci kecil itu tinggal bersama induknya, mereka hidup berdua di rumah pohon itu dengan bahagia, setiap hari sang induk kelinci selalu menemani anaknya bermain, bahkan induk kelinci ini pun selalu mengajak anaknya kemanapun dia pergi. Kelinci putih kecil itu bernama acil, acil anak kelinci putih kecil yang begitu cantik, bulunya yang berwarna putih begitu lebat menyelimuti tubuhnya, dan juga ia memiliki telinga yang cukup panjang, hal itu bisa dilihat jika acil mengangkat kupingnya dan juga saat acil berjalan sambil menurunkan telinganya, tak jarang telinganya itu menyentuh tanah. Karena bulu putihnya yang lebat dan juga telinganya yang panjang, membuat setiap hewan yang bertemu dengan acil selalu memujinya, hewan hewan hutan lain begitu senang melihat bulu tebal putih dan telinga panjang milik acil, saking senangnya bahkan tak jarang ada hewan yang meminta izin pada induk acil dan acil untuk sekedar memegang bulu dan telinga milik acil. Meski begitu cantik, acil memiliki satu kekurangan, walaupun ia adalah seekor kelinci seperti induknya, acil tidak bisa melompat begitu jauh, ia memiliki kaki yang sangat kecil, sehingga membuat acil sulit untuk melompat, meskipun ia melompat itu hanya berjarak sedikit saja. Terkadang muncul rasa tidak percaya diri pada acil jika ia melihat hewan hewan lain bisa melompat lebih jauh darinya. Karena rasa tidak percaya dirinya itu acil selalu menolak permintaan induknya atau hewan lain yang memintanya untuk melompat, acil lebih senang berjalan, karena dengan itu ia merasa lebih percaya diri. Selain karena hal itu, acil juga tak ingin hewan hewan yang selalu memuji kecantikan dirinya mengetahui kekurangannya sehingga membuat mereka tak lagi memuji dan menganggap dirinya sangat cantik, ia tak mau hewan hewan itu malah berbalik meledeknya sehingga membuat ia semakin tak mau melompat. Hingga suatu hari saat hari sudah sore ,semua hewan sedang berkumpul di tengah hutan, mereka diminta oleh kancil untuk berkumpul disana. ‘ Hai semua, terimakasih ya kalian sudah mau berkumpul disini, jadi aku meminta kalian berkumpul disini karena aku ingin mengumumkan sesuatu, aku harap kalian semua bisa mendengarnya dengan baik’ ucap kancil memulai pembicaraan.
Kancil berbicara sambil berdiri di atas pohon tumbang yang melintang di tengah hutan itu, membuat dia terlihat lebih tinggi sehingga semua hewan yang ada disana dapat melihatnya dengan jelas, semua hewan yang ada disana memperhatikan dan mendengarkan kancil dengan serius. Salah satu hewan yang sangat serius memperhatikan kancil berbicara adalah acil, ia selalu berdiri lebih depan diantara hewan lainnya, ia selalu berdiri paling depan dan sangat serius memperhatikan siapapun yang sedang berbicara di depan, ia sangat tak mau ketinggalan informasi sedikitpun. Kancil pun melanjutkan pembicaraannya ‘ Jadi begini kawan kawan ku semua, aku tadi siang di panggil kawanku dihutan sebelah, ia bilang padaku bahwa mereka akan mengadakan perlombaan lompat jauh, ia memintaku untuk memberitahu kalian semua dan mengirimkan perwakilan dari hutan ini untuk mengikuti perlombaan itu, nah karena itu aku mengumpulkan kalian semua disini untuk mendiskusikan siapa yang akan menjadi perwakilan dari hutan ini ’ kata kancil Mendengar itu semua hewan merasa bingung, mereka berbincang bincang kecil dengan hewan lain yang ada di dekatnya, termasuk acil yang kini sedang berbincang bersama monyet, suasana pun menjadi sangat ramai, kancil hanya memperhatikan mereka dari tempatnya. Setelah beberapa saat suasana masih tetap ramai, namun kancil merasa perbincangan hewan hewan disana tidak menghasilkan sebuah keputusan, mereka terlalu sibuk berbincang masing masing tanpa berdiskusi, kancil merasa hal itu sangat tidak kondusif, karena ia harus segera mendapatkan keputusan siapa yang akan menjadi perwakilan hutan mereka dan memberikan hasil itu pada temannya di hutan sebelah. ‘ teman teman semua’ ucap kancil dengan suara lebih keras dari sebelumnya Semua hewan yang sedang berbincang pun seketika terdiam mendengar kancil yang memanggil mereka, sambil tersenyum kancil mengatakan ‘ maaf ya teman teman aku memotong perbincangan kalian, tapi aku rasa perbincangan kalian tidak menghasilkan apa apa, jadi aku mohon sekarang mari kita berdiskusi bersama agar bisa cepat menghasilkan sebuah keputusan ’ ucap kancil ‘ baiklah, aku mau kalian berdiskusi untuk menentukan tiga hewan yang menurut kalian cocok untuk mengikuti lomba ini, lalu nanti kita semua voting dari ketiga hewan tersebut dan yang mendapat suara terbanyak akan kita daftarkan untuk perlombaan itu, apa kalian setuju? ’ ucap kancil
Semua hewan yang ada disana pun setuju, mereka pun akhirnya berdiskusi bersama menentukan tiga hewan yang akan dijadikan kandidat pemilihan, beberapa hewan ingin memasukan kancil ke dalam kandidat namun mereka tahu pasti kancil tidak mau mengikutinya karena jika mau, ia pasti sudah menawarkan dirinya terlebih dahulu seperti biasanya, lalu mereka bertanya pada monyet untuk menjadi kandidat, namun monyet menolak, ia mengatakan bahwa dirinya hanya bisa melompat jauh jika bergelayutan di pohon, semua hewan pun kembali berdiskusi karena belum menemukan siapa yang akan menjadi kandidat, sampai akhirnya monyet berkata ‘ bagaimana kalo acil saja? dia kan anak induk kelinci yang pandai melompat, pasti dia berbakat seperti ibunya’ ucap monyet semua hewan yang ada disana pun merasa perkataan monyet benar, sedangkan acil yang mendengar itu merasa kaget dirinya yang disebut monyet untuk menjadi kandidat. ‘ nah iya benar juga, aku setuju setuju’ ucap kura kura semua hewan disana mengangguk anggukkan kepalanya menandakan setuju, monyet pun akhirnya bertanya pada acil ‘ acil apa kau bersedia menjadi perwakilan hutan ini?’ tanya monyet acil sangat kaget dan kebingungan menjawab pertanyaan dari monyet ‘ eu.. sebetulnya aku tidak bisa melompat jauh seperti ibu ku’ ucap acil dengan sedih sambil menundukkan kepalanya Namun semua hewan disana tidak terlihat kaget, mereka justru tersenyum pada acil, membuat acil merasa aneh ‘ mengapa kalian tidak terkejut?’ tanya acil pada hewan disana ‘ hm.. sejujurnya kami semua sudah tahu hal itu acil’ ucap gajah acil pun semakin terkejut mendengar hal itu ‘ tidak apa acil, justru karena itu kami mau membantumu agar bisa melompat jauh seperti ibumu, kami percaya dengan banyak berlatih kau pasti bisa’ ucap monyet menyemangati semua hewan pun berkata pada acil dan sangat mendukungnya, sampai akhirnya acil pun setuju untuk menjadi perwakilan hutan mereka ‘ kancil, kami sudah menentukan siapa yang akan mewakili hutan kita, tak perlu kandidat karena kami semua sudah setuju acil yang akan mewakili hutan ini’ ucap monyet semua hewan pun menyetujui hal itu, melihat itu kancil pun setuju ‘ baiklah, kalau begitu acil kau yang akan mewakili hutan ini aku harap kau bisa melakukan yang terbaik ya semangat..’ ucap kancil ‘ ok, karena kita sudah mendapat keputusan, maka kalian boleh kembali ketempat kalian, dan aku akan kembali kehutan sebelah untuk mendaftarkan acil’ lanjut kancil
Kancil pun pergi, namun semua hewan masih berada ditengah hutan, mereka menyemangati acil agar merasa percaya diri, mereka pun membuat jadwal latihan untuk acil. Semua hewan begitu kompak membantu acil untuk berlatih, perlombaan yang masih satu bulan lagi membuat mereka merasa memiliki waktu yang cukup. Kini acil setiap hari berlatih bersama hewan lainnya, ia selalu disemangati oleh hewan hewan lain, membuat acil sangat bersemangat. Hingga akhirnya tibalah waktu perlombaan dimulai, acil begitu gugup untuk berlomba ia masih takut jika dirinya tidak bisa, namun kawan kawannya kembali mendukungnya, termasuk induknya, sampai perlombaan dimulai semua teman teman acil dan induk acil terus menyemangati acil, hal itu membuat acil sangat semangat, ia memaksimalkan lompatannya sejauh mungkin, acil tidak memperdulikan lawannya, ia hanya fokus pada jalur lompatannya, hingga akhirnya acil sampai di garis finis pertama dan memenangkan lomba itu. Teman teman acil dan induk acil pun bersorak ramai, mereka sangat senang karena acil melakukan usaha yang maksimal dan bisa memenangkan perlombaan itu, acil pun sangat senang karena pada akhirnya ia bisa membuktikan bahwa dirinya bisa melompat jauh dan memenang hutannya dalam perlombaan lompat jauh itu.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini