Beranda/Dongeng/Anak Kembar Yang Berprestasi | Hikmah Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil
Sampul Anak Kembar Yang Berprestasi | Hikmah Usaha Tidak Akan Mengkhianati HasilAnak Kembar Yang Berprestasi | Hikmah Usaha Tidak Akan Mengkhianati HasilGO-DONGENG · DONGENG
Dongeng Buku cerita bergambar

Anak Kembar Yang Berprestasi | Hikmah Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil

Di sebuah desa kecil, hiduplah dua anak kembar yang selalu bersama kemanapun mereka bermain, anak kembar itu bernama Cika dan Ciki. Walaupun mereka selalu bersama, namun Cika dan Ciki memiliki hobi yang berbeda. Cika mem...

Buka halaman cerita
Cerita dimulai

Anak Kembar Yang Berprestasi | Hikmah Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil

Ilustrasi adegan 1 dari cerita Anak Kembar Yang Berprestasi | Hikmah Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil

Di sebuah desa kecil, hiduplah dua anak kembar yang selalu bersama kemanapun mereka bermain, anak kembar itu bernama Cika dan Ciki. Walaupun mereka selalu bersama, namun Cika dan Ciki memiliki hobi yang berbeda. Cika memiliki kesenangan bermain sepatu roda dan Ciki memiliki kesenangan menari. Setiap hari minggu Cika mengikuti latihan sepatu roda di alun-alun desa, saat sedang istirahat Cika dihampiri sang pelatih dan ia duduk di sebelah Cika sambil mengatakan “Cika, kamu handal dalam bermain sepatu roda, kamu mau kan mengikuti kejuaraan untuk mewakili desa kita ke kota ?” ucap pelatih. Cika pun tersenyum mendengar perkataan pelatih dan hanya menganggukan kepalanya menerima permintaan pelatih untuk mengikuti kejuaraan. Sesampainya dirumah, Cika segera menemui Ciki yang sedang bernyanyi di dalam kamar. “Ciki, aku punya kabar baik, aku diajak pelatih untuk ikut kejuaraan sepatu roda di kota” ucap Cika, Ciki pun kaget dengan datangnya Cika secara tiba-tiba, ia pun membalas perkataan Cika. “Wah kamu hebat sekali Cika, kita harus beritahu Ayah dan Ibu!” mereka berdua pun berlari ke arah kamar ayah dan ibu dan mengatakan “Ayah, Ibu, aku mendapat ajakan pelatih untuk mengikuti lomba sepatu roda di kota.” ucap Cika sambil terengah-engah, Ayah dan Ibu pun menghampiri dan memeluk seraya mengatakan “Ayah dan Ibu bangga dengan kalian, kalian anak yang pintar dan cerdas.’ Hari kejuaraan sepatu roda akan segera berlangsung, Pelatih menjemput Cika di rumahnya, sebelum berangkat, Cika berpamitan dengan saudari kembarnya. “Ciki, maaf aku harus pergi ke kota. Doakan agar aku menang kejuaraan di kota ya.” ucap Cika menahan tangis karena akan berpisahan dengan Ciki. Tak bisa menahan tangis, Ciki memeluk Cika dan berkata kepada Cika.

Ilustrasi adegan 2 dari cerita Anak Kembar Yang Berprestasi | Hikmah Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil

“Aku tidak akan pernah lupa untuk mendoakan supaya kamu menang kejuaraan itu, tapi apa kita bisa bareng-bareng lagi ?” Cika membalas “Suatu hari nanti kita pasti bareng-bareng lagi, aku janji.” setelah itu Cika berpamitan dengan Ayah dan Ibu dan mereka pun pergi ke kota. Setibanya di kota, Cika beristirahat di penginapan yang letaknya tak jauh dari tempat kejuaraan sepatu roda, ia diberi waktu satu minggu untuk berlatih sebelum kejuaraan di mulai. Cika berlatih setiap hari dengan giat dan ia selalu menceritakan kesehariannya kepada Ciki menggunakan handphone sang pelatih. Saat Ciki sedang membaca majalah harian, ia melihat audisi lomba nyanyi yang dimana salah satu hadiahnya adalah berkesempatan untuk tampil pada kejuaraan sepatu roda di kota, dengan segera ia mendatangi Ayah yang sedang mendengarkan radio di ruang tamu untuk mendaftarkan audisi lomba nyanyi yang ada pada majalah harian. “Ayah lihat, aku menemukan audisi lomba nyanyi, kalau aku ikut audisi itu aku bisa tampil di kota!”, ayah pun membalas. “Ayah coba daftar nak”. Setelah itu Ayah mendaftarkan audisi lomba nyanyi untuk Ciki. Esok paginya setelah didaftarkannya audisi lomba nyanyi, Ayah mendapatkan pesan untuk mengikuti audisi lomba menyanyi di balai desa. Ayah dan Ciki bergegas pergi ke balai desa untuk mengikuti audisi tersebut. “Ayo Ayah, aku tidak sabar untuk audisi itu!” Ucap Ciki sambil menarik tangan Ayah. Sesampainya di balai desa, Ciki mendapatkan nomor satu untuk mengikuti audisi, dan ia pun mengikuti audisi tersebut. Tiba saat pemilihan pemenang, Ciki dan peserta lainnya berdiri di atas panggung menunggu keputusan juri. “Selamat kepada Ciki, berhasil memenangkan lomba menyanyi tingkat desa dan akan tampil pada kejuaraan sepatu roda di kota!” ucap juri diikuti dengan tepuk tangan dari para penonton. Dengan gembira Ciki segera menghampiri dan memeluk Ayah.

Ilustrasi adegan 3 dari cerita Anak Kembar Yang Berprestasi | Hikmah Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil

Kejuaran sepatu roda akan dilaksanakan besok, Ciki pun segera memberitahu Cika dengan kabar bahagia yang ia punya. dengan menggunakan handphone milik Ayah, Ciki mengirim pesan kepada pelatih untuk Cika yang bertuliskan “Cika, aku punya kabar bahagia untuk kita, aku memenangkan lomba menyanyi di balai desa dan aku bakal tampil di kejuaraan sepatu roda di kota, tunggu aku di kota ya, aku akan segera kesana!” Setelah Cika membaca pesan itu, ia tidak sabar untuk bertemu dengan Ciki dan menceritakan semua keseruan yang ia alami di kota. Sebelum kejuaraan dimulai, Cika dan Ciki bertemu di taman kota, mereka saling berpelukan melepas rindu. Cika menceritakan keseruan yang ada di kota, dari mulai bermain air mancur, berlarian di taman yang luas dan banyak lagi. Ciki pun menceritakan kenapa ia bisa sampai mengikuti perlombaan yang membawa ia ke kota, dan Ciki berkata kepada Cika “Aku akan bernyanyi pada pembukaan kejuaraan sepatu roda, kamu jangan sampai melewatkan itu ya” dan Cika pun membalas perkataan Ciki “Tentu saja aku tidak akan melewatkan saudari kembarku bernyanyi, aku akan ada di barisan depan dan bertepuk tangan sekeras-kerasnya untuk kamu”. Hari kejuaraan sepatu roda pun tiba, Cika bersiap-siap lebih awal dibanding peserta yang lainnya agar mendapat barisan paling depan untuk melihat penampilan dari Ciki. Kejuaraan sepatu roda pun di buka dengan penampilan dari Ciki yang menyanyikan lagu daerah dan di sambut dengan tepuk tangan yang meriah dari penonton dan teriakan keras dari Cika “Suara kamu bagus sekali Ciki, aku bangga sama kamu!” teriak Cika. Kali ini Cika yang akan bertanding, Ciki berada di barisan paling depan untuk melihat pertandingan saudari kembarnya, dan pertandingan pun dimulai. Ciki selalu memberikan teriakan semangat kepada Cika setiap putaran yang di dapatkan oleh Cika “Semangat Cika, kamu pasti bisa!” teriak Ciki memberi semangat kepada Cika. Peluit di bunyikan bertanda putaran terakhir dan akhirnya Cika mendapatkan peringkat satu dalam kejuaraan tersebut. Setelah pemberian medali yang diberikan oleh juri, Cika segera menghampiri Ciki dan mengalungkan medali itu kepada Ciki

Ilustrasi adegan 4 dari cerita Anak Kembar Yang Berprestasi | Hikmah Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil

“Terima kasih ya, karna kamu, aku lebih semangat untuk memenangkan kejuaran ini” dan Ciki pun membalas “Terima kasih kembali ya, kita berdua saling menyemangati dan akhirnya kita bisa saling mendapatkan gelar juara”. Mereka pun berpelukan dan merayakan atas kemenangan yang mereka raih. Saat mereka pulang ke desa, penyelenggara kejuaraan sepatu roda menghentikan mobil yang dinaiki Cika dan Ciki lalu mereka diberikan hadiah untuk melanjutkan sekolah di kota. mendengar perkataan itu, Cika dan Ciki berteriak di dalam mobil “Hore, kita bakalan sekolah di kota” ucap Ciki, di lanjut dengan perkataan Cika “Hore, kita bisa bermain di taman bersama Ciki” Setelah menerima hadiah yang diberikan penyelenggara, mereka pun melanjutkan sekolah di kota, Cika melanjutkan latihannya untuk mengikuti kejuaraan tingkat nasional, dan Ciki mengikuti perlombaan menyanyi dari kota ke kota lainnya, mereka pun bermain dan belajar bersama kembali.

Ilustrasi adegan 5 dari cerita Anak Kembar Yang Berprestasi | Hikmah Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil
✦

Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.

Ruang berbagi

Pesan untuk cerita ini