Bebek kecil yang cerdas | Hikmah Jangan Merasa Paling Hebat dan Paling Lemah Karena Setiap Orang Memiliki Kekurangan dan Kelebihannya Masing-Masing
Dikisahkan di sebuah peternakan terdapat banyak macam hewan ternak di sana, termasuk ibu bebek yang sedang mengerami telurnya. Setiap hari Ibu bebek mengelus-elus telur bebek seraya mengatakan “anak-anak, kalau kalian sudah menetas, kalian harus menjadi anak-anak yang baik ya” ucap Ibu bebek. Suatu hari kelinci dan kambing berkunjung ke rumah Ibu bebek “Bebek, apakah kami boleh masuk ke dalam kandang mu ? kami ingin melihat telur-telur bebek” ucap Kelinci “Tentu saja boleh” balas Ibu bebek. Di dalam rumah bebek yang hangat, mereka memperhatikan telur-telur bebek. “Telur-telur ini indah sekali, lihatlah telur yang satu ini, telur ini berkilauan” ucap kambing dan menunjuk telur yang berkilauan. “Pasti telur ini akan menjadi bebek yang cantik dan pintar” ucap kelinci. Mereka menceritakan kepada Ibu bebek bahwa semua hewan di peternakan sangat menantikan menetasnya telur Ibu bebek, Ibu bebek pun tersenyum mendengar cerita itu. Kelinci dan kambing berpamitan kepada Ibu bebek “Bebek, kami pulang dulu ya, kabari kami jika telur-telur ini sudah mau menetas!” ucap kelinci. Beberapa hari kemudian Ibu bebek merasakan getaran yang kencang dari telur-telur bebek, Ibu bebek berlari ke rumah kelinci untuk memberitahu bahwa telur-telurnya akan segera menetas. Dari luar rumah kelinci ia berteriak “Hai Kelinci, telur-telurku akan segera menetas!” mendengar perkataan ibu bebek, kelinci meloncat keluar dari rumahnya “Apa itu benar bebek ? aku akan mengajak teman-teman yang lain untuk melihat telur-telur itu menetas” ucap kelinci “Aku tidak berbohong, telur-telur itu bergetar dengan kencang, segeralah ke rumahku, aku akan menunggu kalian” balas Ibu bebek sambil meninggalkan kelinci. Banyak hewan berdatangan ke rumah Ibu bebek untuk melihat menetasnya telur, getaran dari telur bebek semakin keras, suasana di rumah Ibu bebek berubah menjadi menegangkan. Satu per satu telur pun menetas, namun ada satu telur yang belum menetas, seluruh hewan yang ada di dalam rumah bebek sangat menantikan menetasnya telur terakhir, dan di saat ada bunyi retakan pada telur bebek, keluar lah bebek kecil yang sangat cantik, seluruh hewan di sana pun terkagum melihatnya. Setiap harinya anak-anak bebek mulai berkembang besar menjadi bebek yang lucu, mereka selalu bermain bersama, hingga mereka menjadi bebek dewasa, namun berbeda dengan salah satu bebek yang tidak berkembang dengan sempurna, bebek ini selalu menjadi bahan olokan bebek yang lainnya. “Hei kau bebek kecil, kau bukan keluarga kami, kami berbulu tebal, kami memiliki paruh yang kuat, sedangkan kamu memiliki paruh dan kaki yang kecil. Lebih baik kamu pergi dari sini!” ucap salah satu bebek mengolok bebek kecil.
Mendengar perkataan itu bebek kecil pun merasa sedih, dan semenjak itu ia berpikir bahwa ia adalah bebek yang berbeda dari keluarganya, hari-hari yang ceria berubah menjadi hari sepi karena bebek kecil tidak memiliki teman untuk bermain. Melihat saudara-saudaranya tidak lagi memperhatikan dan mengajak bebek kecil bermain, ia berniat untuk pergi meninggalkan saudara-saudaranya. “Lebih baik aku pergi dari sini, sepertinya saudara-saudaraku tidak menginginkan aku ada disini.” ucap bebek sambil berjalan pergi menuju hutan yang memiliki pohon-pohon besar di sekelilingnya. Ibu bebek menyiapkan makan siang dan ia memanggil anak-anaknya untuk berkumpul dan makan siang bersama, saat memanggil satu per satu anaknya, Ibu bebek memanggil anak bebek yang terakhir, namun tidak ada yang menjawab panggilannya. Ibu bebek menanyakan dimana keberadaan bebek kecil kepada saudara-saudaranya “Anak-anak, kemana saudara kalian satu lagi ?” ucap Ibu bebek, dan salah satu bebek berbicara dari kejauhan “Aku tidak melihat dia dari pagi, mungkin dia pergi karena malu” ucap saudara bebek dengan sedikit tertawa.”Apa yang kalian lakukan ? kalian harus bantu Ibu mencari saudara kalian” ucap ibu bebek merasa sedih karena kehilangan salah satu anaknya. Sementara itu, bebek kecil terus berjalan masuk ke dalam hutan meninggalkan peternakan. Di tengah hutan, ia mendengar jeritan permintaan tolong dari balik semak-semak “Siapapun tolong aku!” terdengar suara rintihan dari balik semak, tanpa berlama-lama bebek kecil menghampiri suara yang ada di balik semak-semak, dan ia menemukan seekor ular yang sedang merintih terjepit oleh ranting pohon yang cukup besar. “Tolong aku bebek, aku tidak bisa keluar dari sini” ucap ular meminta bebek untuk menolongnya, bebek kecil berfikir bagaimana cara untuk mengeluarkan tubuh ular yang besar dari tumpukan ranting itu.
Sang bebek kecil mencoba mendorong tumpukan ranting, tapi ranting itu terlalu besar untuk ukuran bebek yang kecil. Ia mencari cara lain untuk mengeluarkan ular, saat ia melihat ke atas pohon mangga yang sedang berbuah, ia melihat salah satu buah mangga berada tepat di atas ular yang sedang tertimpa tumpukan ranting, bebek kecil pun mengambil batu dan mencoba mengenai buah mangga itu dengan cara melemparnya agar buah mangga itu jatuh ke bawah, setelah sekian kali mencoba, buah mangga pun jatuh dan menimpa bagian ujung dari tumpukan ranting, dan ranting itu pun terpental karena jatuhnya buah mangga, dan sang ular pun dapat keluar dari tumpukan ranting itu. “Terima kasih bebek, kenapa kamu bisa berfikir buah mangga itu bisa menyingkirkan ranting dari badanku, kamu pintar bebek” ucap ular. Setelah kejadian itu bebek dan ular menjadi teman yang dekat. Beberapa hari setelah hilangnya bebek kecil, saudara bebek lainnya berencana untuk berenang di danau hijau yang indah yang letaknya tidak jauh dari peternakan, mereka pun pergi ke danau itu tanpa izin dari Ibu bebek. Sesampainya di tepi danau , mereka terlihat senang dan tidak sabar untuk berenang di danau yang sangat indah itu. Saat sedang asik berenang, datang seekor ular menghampiri dan berniat memangsa bebek-bebek yang sedang berenang di danau itu, mengetahui ada ular yang menghampiri, bebek yang sedang berenang berusaha menepi menjauh dari ular yang akan memangsa mereka, mereka terus berenang ke tepi danau, tapi ular sudah begitu dekat dengan mereka, terdengar teriakan keras dari tepi danau
“Ular, berhenti! itu saudara-saudaraku” teriak bebek kecil yang mencegah ular memangsa saudaranya. Mendengar teriakan dari bebek kecil, ular tidak jadi memangsa bebek-bebek yang sedang berenang. Saudara bebek kecil terkejut dengan kehadiran bebek kecil yang menyelamatkannya dari ular. Mereka kemudian kembali berenang menuju tepi danau, sesampainya di tepi danau semua bebek berterima kasih dan meminta maaf atas apa yang mereka lakukan kepada bebek kecil. Bebek kecil dan bebek lain pun kembali ke peternakan dengan saling bergandengan tangan, saat Ibu bebek melihat anak-anaknya pulang dan kembali bersama, Ibu bebek berlari ke arah anak-anak bebek dan langsung memeluk mereka sambil menangis karena akhirnya anak-anaknya bisa kembali bersama.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini