Cerita Dinosaurus Brontosaurus dan Lebah | Hikmah Dengarkan Nasihat dan Masukan yang Baik Dari Orang Lain
Pada suatu hari, tinggalah dinosaurus bernama brontosaurus di dalam sebuah hutan, brontosaurus ini memiliki leher yang panjang sehingga membuatnya terlihat sangat tinggi. Karena leher panjangnya itu, dia dapat memakan dedaunan dan buah-buahan dari pohon yang tinggi dan besar dengan sangat mudah. Setiap hari, brontosaurus ini selalu berkelana untuk mencari makanan, badannya yang besar membuatnya harus banyak makan, sampai sampai dia bisa menghabiskan waktu seharian hanya untuk makan, dia jarang bermain bersama teman-temannya sehingga dia tidak memiliki banyak teman di hutan. Selain karena dia selalu mementingkan makan untuk dirinya, dia pun selalu menyombongkan leher panjang dan badan besarnya, ia merasa bahwa dirinya adalah hewan yang sangat tinggi dan kuat di hutan sana, sikapnya yang seperti itu semakin membuat hewan-hewan lain malas untuk berteman dengan brontosaurus itu. Hingga suatu ketika, saat matahari sudah bersinar dengan terang, brontosaurus ini akan pergi ke sebuah ladang yang memiliki banyak sekali pohon berbuah, ladang itu cukup jauh jaraknya dari hutan tempat ia tinggal, namun karena dia sangat ingin memakan buah-buahan hari ini, ia tidak peduli seberapa jauh jaraknya. Brontosaurus ini berjalan dengan santai, leher panjangnya berdiri tegak membuat ia dapat melihat jalan dengan lebih jelas dan luas, saat sedang asyik berjalan ia melihat hypsilophodon yang berjalan ke arah sebaliknya, hingga akhirnya mereka berpapasan. ‘ hai bronto.. kau mau pergi kemana ? ’ tanya hypsilophodon pada brontosaurus, brontosaurus mendengar suara hypsilophodon, meski ia sudah mengetahui ada hypsilophodon, ia berpura-pura tak melihatnya. ‘ hah suara siapa itu ? aku mendengarnya tapi kenapa tidak ada satu hewan pun yang kulihat disini ’ jawab brontosaurus pura-pura menjadi sumber suara dengan melihat ke kanan dan ke kiri dari atas sana. Mendengar itu hypsilophodon tertawa, ia merasa bronto sedang bercanda dengannya, ‘ haha.. kau ini, suara itu dari bawah sini ’ ucap hypsilophodon pada brontosaurus memberi tahu sumber suara yang dia dengar. Brontosaurus pun melihat ke bawah, ia pun kembali berkata ‘ haha rupanya kau, maaf ya aku tidak melihat tubuh kecilmu dibawah sana, ya kau tau lah.. leher panjangku ini membuat aku terbiasa melihat ke atas saja hahaha’ brontosaurus mengatakan itu sambil tertawa, mendengar itu hypsilophodon merasa kesal namun ia menyembunyikannya dan kembali berpikir bahwa brontosaurus itu hanya bercanda.
‘ hahaa.. dasar kau sombong, kecil kecil begini aku kan pelari yang handal hahaha...’ jawab hypsilophodon menanggapi ucapan brontosaurus itu, mereka pun tertawa bersama. ‘ hahaha ya terserah kau saja hewan kecil ’ bronto kembali berucap sembari meledek kawannya itu. ‘ haha sudah lah, kali ini aku serius, kau mau kemana bronto ? ’ tanya hypsilophodon pada brontosaurus itu, kemudian dijawab oleh brontosaurus ‘ aku akan pergi ke ladang buah sana, kurasa hari ini aku ingin makan buah ’ jawab brontosaurus sambil melihat ke arah ladang buah dari atas sana. Mendengar itu hypsilophodon sedikit terkejut. ‘ hah? kau yakin? lebah-lebah di sana sedang berterbangan, mereka bersiap menyimpan makanan untuk musim dingin nanti, apa kau tidak takut mereka akan menyengat mu bronto ?’ tanya hypsilophodon. ‘ haha kau lucu sekali hypsilo, tentu saja aku tidak takut, mereka itu hanya hewan kecil yang terbang biasa, sengatannya pun pasti tidak akan terasa di tubuh besar ku ini hahaha..’ jawab brontosaurus dengan gelak tawa karena ia merasa pertanyaan hypsilo itu. ‘ aku serius bronto, lebah-lebah itu tidak sendirian, mereka ada banyak disana dan juga sengatan mereka itu sakit sekali, hingga bisa membuat bengkak, ihhh aku jadi ngeri membayangkannya ’ ucap hypsilo sambil bergidik ngeri karena membayangkan lebah menyengatnya. Namun lagi-lagi brontosaurus tidak memperdulikan perkataan temannya itu. ‘ aduh hypsilo.. kau tenang saja, mereka tidak akan berani menyengat ku, jika mereka melihat badanku ini kurasa mereka akan lebih takut padaku ’ ucap bronto dengan sombong pada temannya hypsilo. Mendengar jawaban begitu, hypsilo pun sudah malas meladeni brontosaurus sombong itu ‘ ya.. ya.. baiklah terserah kau saja, tapi yang jelas aku sudah memperingatkanmu, sudahlah aku mau lanjut pulang ke rumah ku, dah bronto’ ucap hypsilo sambil meninggalkan brontosaurus itu. Brontosaurus hanya melihat kawannya yang pergi tanpa mengucapkan apapun, ia pun kembali berjalan ke arah bukit dan mempercepat langkahnya agar cepat sampai ke ladang buah itu. Di jalan ia mengeluhkan sikap ragu hypsilo tadi pada dirinya. ‘ ish.. dasar hypsilo kecil, untuk apa dia memperingatkan ku seperti itu, apa dia ragu kalau aku adalah hewan yang besar dan kuat disini sampai sampai ia takut jika aku bertemu lebah yang ukurannya hanya sekecil batu-batu kerikil di bawah sana ’ brontosaurus berdecak kesal sambil terus berjalan.
‘ hmm.. jika dia meragukan kekuatan badan besar ku, maka aku akan membuktikan padanya dengan pulang membawa buah yang banyak tanpa ada sengatan lebah sedikitpun, bahkan akan aku bawa satu ekor lebah pada hypsilo kecil itu agar ia tahu bahwa aku benar-benar kuat.’ bronto kembali bergumam sendiri, ia sungguh merasa kesal pada hypsilo yang meragukan dirinya. Ia pun semakin mempercepat langkahnya agar cepat sampai ladang buah dan kembali pulang dengan cepat untuk menemui hypsilo. Tak terasa, brontosaurus pun sampai di ladang buah itu, ia melihat banyak lebah-lebah kecil terbang kesana kemari, lebah-lebah itu terbang mengambil sari-sari bunga yang ada di pohon untuk mereka simpan dan dijadikan stok makanan mereka untuk persiapan musim dingin. Melihat itu bronto pun berdiam diri, ia menjadi sedikit takut untuk mengambil buah di ladang itu, namun ia kembali teringat hypsilo yang meragukan kekuatan dirinya ‘ huft tidak, aku tidak boleh takut, aku harus tetap kesana mengambil buah dan membawa satu ekor lebah pada hypsilo kecil menyebalkan itu ’ ucap bronto sambil menyakinkan dirinya. Ia pun melangkahkan kakinya dan memasuki ladang itu, di atas kepalanya terdapat banyak lebah yang berterbangan, ia kembali merasa takut namun karena ia ingin membuktikan pada hypsilo ia tetap memberanikan diri melangkah memasuki ladang. ‘krek..’ terdengar suara sesuatu yang terinjak, seketika lebah-lebah itu berhenti terbang dan melihat ke arah brontosaurus, melihat itu brontosaurus terdiam, lalu ia merasa dirinya menginjak sesuatu, ia melihat ke arah kakinya dan mengangkat kakinya, dan ya brontosaurus itu menginjak sebuah bunga cantik hingga patah dari tangkainya. Menyadari itu, brontosaurus langsung berkata pada lebah-lebah yang kini terlihat marah pada dirinya.
‘ kawan-kawan, maafkan aku, aku sungguh tidak sengaja menginjak bunga itu, maafkan aku ’ namun lebah-lebah itu tidak menggubris perkataannya, lebah-lebah itu merasa brontosaurus itu sudah mengganggu kegiatan mereka bahkan merusak sumber makanan mereka. Hingga ada satu lebah berkata ‘ tidak, kau sudah memasuki tempat ini tanpa izin, dan kau bahkan menghancurkan satu sumber makanan kami, sekarang kau harus merasakan akibatnya ’ setelah lebah itu berkata, tiba-tiba saja beberapa lebah terbang ke arahnya dan menyengat lehernya. ‘ aw… sakit sekali, sudah tolong hentikan ’ namun lebah-lebah itu tetap menyengat leher brontosaurus, hingga membuat brontosaurus berlari keluar dari ladang, lalu lebah-lebah itu kembali terbang ke ladang buah tanpa mengatakan sesuatu pada brontosaurus mereka masih kesal atas perbuatan bronto itu. Brontosaurus pun memutuskan pulang, alih-alih membawa buah ia pulang dengan tangan kosong dan bekas sengatan lebah di lehernya, ia pun merasa menyesal tidak memperdulikan peringatan dari temannya hypsilophodon.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini