Buah Jeruk Dua Sisi | Hikmah Janganlah Menilai Sesuatu Dari Satu Sisi Saja
Zaman dahulu hiduplah seekor induk protoceratops yang tinggal disebuah hutan hijau yang sangat luas, induk protoceratops ini memiliki dua ekor anak yang ia beri nama cece dan rara, cece dan rara adalah dinosaurus kecil yang sangat senang bermain, mereka memiliki banyak teman di hutan sana. Setiap harinya cece dan rara selalu pergi bermain, namun sebelum bermain mereka tidak pernah lupa untuk membantu induknya, mereka akan membantu induknya untuk menyiapkan makanan dan juga membersihkan rumah dipagi hari, sehingga induknya tidak melarang mereka untuk pergi bermain, bahkan induknya selalu membawakan mereka bekal makanan untuk mereka makan saat sedang beristirahat dari mainnya. Induk cece dan rara memang sangat baik dan begitu peduli pada anak anaknya, ia selalu membawakan cece dan rara bekal selama mereka bermain karena induknya tau, cece dan rara belum bisa mencari makanan sendiri di hutan, sehingga induknya tidak mau mengambil resiko jika anaknya akan sakit perut jika memakan makanan yang salah akibat mereka mencari makanan sendiri di hutan. Suatu hari, saat pagi datang induk protoceratops sedang berjalan pulang ke rumahnya sambil membawa kantong berisi makanan, ia telah kembali dari pegunungan dekat hutan untuk mencari makanan, induk itu berjalan dengan cukup cepat karena hari itu cece dan rara akan pergi ke sungai untuk berenang bersama teman temannya mereka akan berangkat ke sungai sebelum hari mulai siang, sehingga ia harus kembali pulang dengan cepat dan menyiapkan bekal untuk cece dan rara. Karena ia berjalan dengan cepat, ia tidak memperhatikan langkahnya. Sampai akhirnya dia terjatuh karena tersandung akar pohon yang melintang di jalan. ‘ bukk’ ( suara induk protoceratops terjatuh ) makan yang ada di kantong makanan itu pun jatuh berhamburan keluar ‘aduhh sakit sekali..’ ucap induk protoceratops mengaduh kesakitan sambil memegang kakinya yang membentur tanah. ‘ ah tidak makananku’ ucap induk protoceratops kembali yang menyadari makanannya sudah berhamburan di tanah Tiba tiba datanglah seekor edmonto kecil yang menghampirinya ‘ kau tidak apa induk proto?’ ucap edmonto kecil itu sambil membantunya berdiri kembali
‘ tidak nak aku tidak apa apa, terimakasih ya ’ ucap induk proto pada edmonto yang membantunya berdiri Edmonto itu pun memasukkan kembali makanan milik induk proto yang terjatuh di tanah kedalam kantong makanan kembali ‘ ini makanan milikmu bu ’ ucap edmonto kecil sambil memberikan kantong makanan milik induk proto itu ‘ kau sungguh baik nak, terimakasih ya sudah membantu ku, ini untukmu ’ ucap induk proto sambil memberikan satu buah apel pada edmonto ‘ terimakasih bu, tapi aku tidak akan menerimanya karena aku hanya ingin membantumu saja, kalau begitu aku duluan ya bu hati hatilah dalam langkahmu bu’ ucap edmonto kecil itu dan berlalu meninggalkan induk proto ‘ anak baik’ gumam induk proto melihat edmonto kecil pergi itu Ia pun kembali berjalan pulang dengan lebih hati hati, setelah beberapa saat berjalan ia pun sampai ke rumahnya, rupanya cece dan rara sudah siap untuk pergi ke sungai dan juga rupanya mereka telah menyiapkan bekal nya sendiri. ‘ kalian sudah mau pergi nak? tunggu sebentar ibu buatkan dulu bekal’ ucap induk proto ‘ tidak usah ma, kami sudah membuat bekal kami sendiri’ ucap cece ‘ iya ma, kita sudah membawa beberapa buah yang ada di lemari makanan dari mama tidak perlu membuat kami bekal lagi’ ucap rara ‘ waa hebat anak mama, kalau begitu berhati hati lah nak saat berenang jangan sampai kalian terbawa arus ya’ ucap induk proto sambil memperingatkan mereka agar berhati hati ‘ baik mama’ ucap anaknya kompak Cece dan rara pun pergi ke sungai untuk berenang bersama temannya, dan induk proto pun masuk ke dalam rumahnya dan beristirahat, ia pun mengobati kakinya yang terluka akibat terjatuh saat pulang tadi. Hingga siang hari pun datang, matahari kini sudah benar benar bersinar dengan terang, membuat hutan pun menjadi terang karena sinarnya yang masuk melewati celah celah daun yang ada di atas sana, induk proto pun menyiapkan makan siang untuk anaknya yang sebentar lagi akan pulang dari sungai. ‘ huh menyebalkan sekali memang ’ ucap rara mengomel sambil masuk ke dalam rumah ‘ iya benar benar menyebalkan ’ ucap cece mengomel juga induk proto pun melihat anak anaknya pulang kerumah sambil memasang raut wajah yang kesal.
‘ ada apa nak, ko mukanya masam begitu’ ucap induk proto sambil menghampiri anak anaknya yang sedang duduk beristirahat ‘ itu loh mah edmonto, mama tau edmonto kan?’ ucap cece mulai bercerita ‘iya aku tau, ada apa dengan edmonto?’ tanya induk mereka ‘ tadi kan kami berenang bersama, lalu setelah berenang kita memakan bekal yang kita bawa di pinggir sungai, nah saat makan kami minta tolong pada edmonto untuk mengambil air di sungai karena ia duduk di dekat sungai’ cece kembali bercerita ‘lalu?’ tanya sang induk kini rara yang melanjutkan cerita ‘ iya lalu edmonto mengambilkan air untuk kami, setelah makan, edmonto tiba tiba bilang untuk pamit pulang duluan, kami yang masih haus pun meminta tolong edmonto mengambilkan air sungai lagi, karena ia masih duduk dekat sungai, tapi edmonto malah menolaknya, dia bilang kalau dia buru buru terus dia pulang, tapi dia pulang dengan berjalan santai, seharusnya kan kalau buru buru ia pasti berjalan pulang dengan cepat, sudah jelas bukan mama dia tidak mau membantu kami, jadi kami kesal melihat dia begitu memang edmonto tidak suka membantu’ ucap rara
lalu induk pun tersenyum mendengar cerita anaknya, ia tahu edmonto adalah hewan yang baik dan suka menolong, jadi pasti ada sebuah alasan edmonto tidak membantu mengambil air itu untuk anaknya, lalu induk itu pun mendapat sebuah ide untuk membuat anaknya tidak mudah menilai buruk seseorang. Induk itu pun kemudian membawa satu buah jeruk yang belum begitu matang, sehingga memiliki dua warna di kulitnya, di satu sisi berwarna orange dan satu sisi lain berwarna hijau, lalu induk itu menghampiri anaknya dan menunjukkan sisi berwarna orange pada anaknya ‘buah ini berwarna apa?’ tanya induk proto ‘orange’ kedua anaknya menjawab dengan kompak lalu sang induk berkata ‘hijau’ Kedua anaknya pun bingung mendengar induknya berkata hijau, karena sudah jelas jeruk yang mereka lihat berwarna orange ‘ mama, ini kan sudah jelas berwarna orange, kenapa mama bilang ini hijau?’ tanya rara induk itu pun membalik buah jeruk dan memperlihatkan sisi berwarna hijau pada anaknya ‘hijau bukan? ’ ucap induknya ‘nak jawaban mu dan jawaban ku tidak ada yang salah, itu tergantung kita melihatnya dari sisi yang mana, nah begitu pun kalian pada edmonto, kalian tidak tahu alasan kenapa edmonto tidak membantu kalian, sehingga kalian tidak bisa menyimpulkan bahwa edmonto tidak suka membantu, kalian harus melihat sesuatu dari segala sisi nak agar kalian tidak mudah menilai buruk sesuatu ’ ucap induknya Kini cece dan rara pun mengerti bahwa mereka tidak boleh menilai orang atas apa yang mereka lihat dan pikirkan saja.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini