Gojira Yang Kelaparan | Hikmah Berbuat Baik Sekecil Apapun Pasti Akan Mendapatkan Balasan Yang Baik dan Bahkan Lebih Besar Dari Apa Yang Kita Berikan
Pada suatu hari ada seekor dinosaurus bernama gojira, gojira ini tinggal di sebuah hutan hijau yang sangat luas, gojira ini adalah seekor dinosaurus pemangsa, yang memiliki tubuh yang besar dan juga gigi yang tajam untuk mengoyak daging yang ia makan dari mangsanya. Awalnya hutan ini dihuni oleh banyak dinosaurus lainnya, namun setelah beberapa tahun kemudian, hutan ini mulai ditinggalkan oleh hewan lainnya karena stok makanan di hutan yang sudah mulai menipis, sehingga mereka pergi mencari tempat baru untuk dijadikan tempat tinggal mereka. Namun tidak dengan gojira, gojira masih bertahan di hutan hijau itu, ia tidak meninggalkan hutan itu karena masa kecilnya yang penuh kenangan bersama ibunya ada disana, dan juga ia merasa bahwa hutan hijau ini akan kembali memiliki stok makanan yang banyak kembali, karena tumbuhan-tumbuhan sudah mulai kembali tumbuh dengan baik disana. Gojira sendiri saat dulu memiliki seorang teman dinosaurus yang sangat dekat, namanya gorgo, mereka memiliki bentuk fisiknya yang hampir mirip namun tubuh gorgo jauh lebih tinggi dari gojira. Saat dulu mereka selalu pergi kemanapun bersama sama, tapi saat menentukan akan pergi dari hutan, gojira memutuskan untuk tetap tinggal disana sedangkan kawannya memilih untuk berpindah hutan. Tubuh gojira yang awalnya besar pun kini berubah menjadi sangat kurus karena ia jarang makan, karena dia adalah hewan pemangsa, ia harus mencari hewan yang lebih kecil darinya untuk dijadikan mangsa dan makanannya. Namun, karena hewan lain sudah pergi meninggalkan hutan, ia menjadi susah untuk mendapatkan satu ekor mangsa. Gojira saat ini hanya bisa memakan ikan yang berasal dari sungai di hutan itu, sungai di hutan ini cukup besar, air yang mengalir di sungai pun begitu bersih dan tidak terlalu deras, saat dulu sangat banyak ikan yang ada di sungai itu, namun sekarang meski airnya bersih, ikan ikan tidak lagi banyak ada di sungai, hanya beberapa ikan saja yang terlihat ada disana. Pada hari itu, gojira sedang mencari ikan di sungai, ia memasukkan dirinya ke dalam air sungai yang tak begitu dalam. Ia membersihkan dirinya dengan air sungai sambil mencari ikan di dalam sana menggunakan kedua kaki depannya yang lebih kecil dari kedua kaki belakangnya itu. Gojira berjalan dengan perlahan sambil tangannya terus mencari ikan, kaki kakinya yang kurus berada di dalam air ia perkuat agar tidak terbawa arus sungai meski arus sungai sebetulnya tidak begitu deras, ia melakukan itu untuk berjaga jaga jika arus sungai tiba tiba deras saat dirinya masih berada di air.
Setelah beberapa saat ia belum mendapatkan seekor ikan pun, akhirnya tangannya meraih sesuatu di dalam air itu ‘ nah akhirnya ada ikan’ gumam gojira dengan senang Gojira pun mengeluarkan tangannya, namun bukan ikan yang ia lihat melainkan hanya segumpal daun yang jatuh ke air ‘ ah rupanya bukan’ gumam gojira lalu memasukkan kembali tangannya kedalam air Ia kemudian berjalan lagi perlahan sambil terus tangannya mencari ikan, dan akhirnya tangannya kembali meraih sesuatu, kali ini gojira tidak begitu berharap itu adalah ikan, lalu ia pun mengangkat tangannya kembali dan melihat seekor ikan di tangannya ‘ haha ya.. akhirnya aku mendapat seekor ikan ’ ucap gojira dengan senang Ia pun langsung memakan ikan itu ‘ hm.. lezat sekali ’ gumam gojira sambil tersenyum karena akhirnya ia bisa memakan seekor ikan Ia pun kemudian mencari ikan lagi karena perutnya yang masih terasa lapar ‘ hm.. sepertinya satu ikan lagi cukup’ gumam gojira Lalu ia pun kembali memasukkan tangannya ke dalam air dan mencari ikan kembali, tak butuh waktu lama, kini tangan gojira sudah meraih kembali sesuatu, dan ia merasa tangannya memegang ikan cukup besar ‘ ah ah.. sepertinya ikan ini besar ’ ucap gojira dengan senang Ia mengeluarkan tangannya dari dalam air dan melihat dua ekor ikan di tangannya ‘ wa.. rupanya aku mendapat dua ikan ’ ucap gojira Gojira pun memakan satu ekor ikan terlebih dahulu ‘ hm.. benar benar sungguh lezat ’ ucap gojira lagi Kini gojira sudah memakan dua ekor hewan, namun ternyata perutnya masih merasa lapar ‘ padahal aku sudah memakan dua ekor ikan, tapi rupanya perutku masih lapar ’ gumam gojira sambil memegang perutnya Ia pun kembali melihat satu ekor yang masih ia pegang ‘ kalau aku memakan ini sekarang, malam nanti aku harus mencari lagi makanan’ gumam gojira Ia berpikir apakah ia harus memakan satu ekor ikan lagi atau menyimpannya untuk nanti
‘ tapi kalau aku memakannya dan harus kembali mencari makanan, belum tentu aku akan mendapatkan makanan untuk makan malam’ ucap gojira kembali Ia benar benar bingung, sekarang perutnya masih terasa lapar namun ia juga berpikir untuk makan malam nanti ia harus bagaimana ‘ ah sudahlah, toh aku sudah memakan dua ekor ikan tadi, pasti rasa lapar ini sebentar lagi juga akan hilang, sebaiknya aku menyimpan ikan ini untuk nanti malam saja’ ucap gojira yang sudah bisa menentukan apa yang harus ia lakukan. ‘ hm.. sepertinya aku harus mencoba untuk mencari ikan lagi, siapa tau masih ada ikan yang bisa aku dapatkan’ gojira kembali berkata pada dirinya sendiri Gojira pun berenang ke tepian dulu untuk menyimpan ikan yang ia dapatkan tadi, setelah menyimpan ikannya, gojira pun hendak berenang kembali ke tengah sungai untuk mencari ikan, namun rupanya arus sungai sudah menjadi deras ‘ah tidak, rupanya arus sungai sudah deras, aku tak mau ambil resiko untuk berenang kembali kesana, sebaiknya aku naik saja ke daratan’ gumam gojira yang kemudian naik ke daratan Ia pun mengambil satu ekor ikan yang ia simpan tadi dan melihat ke sungai ‘ hm.. lebih baik aku pulang saja dengan satu ekor ikan ini, ini pun sudah cukup ’ ucap gojira sambil memegang ikan itu Ia pun akhirnya kembali pulang ke rumahnya, saat di perjalanan pulang, rupanya ia bertemu dengan seekor archaeo kecil yang sedang duduk di tanah, ia melihat aneh pada archaeo, karena seharusnya archaeo terbang diatas sana dan bertengger di atas pohon bukan malah berada di tanah bawah seperti dirinya, gojira pun menghampiri archaeo itu ‘ halo archaeo, kenapa kau ada dibawah sini’ tanya gojira ‘ ah gojira, aku sungguh kelaparan sehingga sayapku tidak dapat aku gunakan untuk terbang aku tidak mempunyai tenaga untuk mengepakkan sayapku’ ucap archaeo dengan sedih Gojira pun merasa kasihan pada archaeo itu, ia pun melihat ikan yang dipegangnya dan berpikir untuk memberikannya pada archaeo ‘ ini archaeo, aku mendapat seekor ikan tadi, ambillah dan makanlah agar kau mempunyai sedikit tenaga’ ucap gojira ‘ sungguh? lalu kau bagaimana?’ tanya archaeo ‘ aku sudah memakan ikan tadi, jadi ambillah ini’ ucap gojira sambil memberikan ikan itu pada archaeo ‘ terimakasih gojira, kau sungguh baik, semoga ikan ini akan terganti dengan hal yang lebih baik’ ucap archaeo dengan begitu tulus
Gojira pun hanya tersenyum melihat archaeo yang memakan ikan itu dengan lahap, gojira pun kembali berjalan pulang meninggalkan archaeo itu. Sesampainya dirumah gojira kaget melihat kawan lamanya gorgo datang ke rumahnya sambil membawa daging hewan yang begitu besar ‘ hai gojira, rupanya kau disana, kemarilah aku kesini membawakan ini untuk mu’ sapa gorgo dengan semangat Gojira yang mendengar itu pun merasa sangat senang, ia kemudian lari menghampiri kawan lamanya ‘ terimakasih gorgo kau telah mengunjungi ku dan membawakan makanan yang begitu besar ini terimakasih ’ ucap gojira dengan penuh kebahagiaan sambil memeluk gorgo ‘ iya sama sama, ayo cepat makan dulu aku tau kau pasti laparkan ’ ucap gorgo pada kawannya Akhirnya gojira pun memakan daging yang dibawa oleh kawannya itu dengan lahap, ia benar benar senang karena akhirnya tidak akan merasa kelaparan hari itu hingga beberapa hari kedepan berkat daging besar yang dibawa gorgo. Ikan kecil yang gojira berikan pada archaeo kelaparan tadi membuat dirinya mendapat suatu balasan baik yang lebih besar.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini