Kisah Harimau Penjaga Hutan dan Kancil | Hikmah Jangan Memanfaatkan Situasi dan Menjelekkan Seseorang Hanya Untuk Menaikkan Diri Sendiri Agar Terlihat Lebih Baik
Alkisah, saat zaman dahulu terdapat sebuah hutan yang begitu luas, hutan itu ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon yang begitu lebat, di dalam hutan itu juga ditinggali oleh banyak hewan, hewan hewan itu tinggal dengan damai di dalam hutan, mereka begitu menjaga hutan tersebut. Hewan hewan disana sangat menjaga hutan itu dari segala gangguan yang dapat menghancurkan tempat tinggal mereka itu, mereka tidak mau sampai terjadi sesuatu di hutan itu, karena hutan itu sudah menjadi tempat tinggal dan sumber makanan para hewan yang tinggal di sana. Hutan itu terletak cukup dekat dengan sebuah desa yang dihuni oleh banyak manusia, tak jarang para manusia juga datang kehutan untuk memanfaatkan hutan, seperti mencari makanan dan juga membawa batang batang pohon yang tumbang dari sana untuk digunakan oleh para manusia. Meski manusia sering datang ke hutan, para hewan tidak merasa terganggu oleh kedatangan manusia, karena mereka telah berjanji selama manusia tidak merusak hutan tempat tinggal mereka, mereka tidak akan pernah mengganggu bahkan menyerang para manusia. Termasuk singa si raja hutan, ia adalah hewan yang paling tegas di hutan sana. Meski ia adalah raja hutan dan dapat menyerang siapa saja yang ia lihat, tetapi singa tidak pernah menyerang satu hewan pun di hutan sana, ia memilih untuk memakan ikan ikan di sungai demi menjaga kedamaian para hewan disana. Singa sendiri menjadi salah satu hewan yang menjadi penjaga hutan agar hutan tidak dirusak oleh hewan yang tinggal di sana ataupun manusia yang datang kesana, ia akan menjadi marah dan memberikan hukuman bagi siapapun yang merusak hutan itu, ia benar benar sangat tegas dan bijak dalam menjaga hutan. Tak hanya itu singa juga sangat menjaga kedamaian di dalam hutan, jika ada hewan yang bertengkar ia akan berusaha untuk melerai dan menengahi pertengkaran itu, karena menurutnya hutan akan tumbuh dengan baik jika semua makhluk yang ada di dalamnya hidup dengan damai dan tentram. Hampir semua hewan yang ada di hutan itu begitu kagum dengan singa itu, karena selain memiliki sikap yang tegas, singa juga memiliki hati yang sangat baik, ia akan membantu para hewan di hutan yang mengalami kesulitan dengan ikhlas tanpa meminta imbalan apapun.
Selain singa yang berperan penting dalam menjaga hutan, ada pula hewan lain yang juga memiliki peran penting dalam menjaga kedamaian di hutan, dia adalah kancil. Kancil ini menjadi salah satu hewan yang menjaga kedamaian di dalam hutan itu karena kancil dapat berlari dengan kencang dan juga ia adalah hewan yang jujur, sehingga kancil ini mendapat tugas menjadi pemberi informasi untuk para penjaga hutan dan juga hewan lain di dalam hutan. Kancil ini menjadi salah satu hewan kepercayaan singa si raja hutan, singa amat senang dengan kancil, karena ia selalu melakukan tugasnya dengan baik. Tak pernah satu informasi pun terlewat oleh kancil untuk dibagikan pada para penjaga hutan lain dan para penghuni hutan, bahkan kancil ini selalu melaporkan semua hal yang dapat menimbulkan kegaduhan di dalam hutan dari hal kecil sekalipun ia selalu melaporkannya. Hal itu lah yang membuat singa sangat senang pada kancil. Saking senangnya singa pada kancil, singa seringkali memberikan makanan pada kancil tak seperti pada hewan lainnya, hal itu singa lakukan tanpa sepengetahuan hewan lainnya, karena singa takut jika hal itu justru malah membuat kegaduhan di dalam hutan. Meski begitu, singa juga suka memberi makanan pada hewan lain namun tidak sesering pada kancil. Meski singa sangat baik padanya, kancil tidak melakukan hal sebaliknya, ia melakukan semua hal itu hanya untuk memenuhi tugasnya sebagai pemberi informasi bukan karena ingin disenangi oleh singa, karena sebetulnya kancil justru merasa iri pada singa, ia merasa semua hewan di hutan hanya mendengarkan dan mengagungkan singa, tidak dengan dirinya, padahal ia merasa dirinya lah yang jauh lebih berperan penting dalam menjaga kedamaian di hutan. Namun, kancil tidak pernah menunjukkan rasa irinya itu, dan juga karena singa tidak pernah membuat suatu kesalahan sehingga jika ia mengatakan rasa irinya, ia takut jika malah dirinya lah yang dijauhi oleh para hewan. Sehingga kancil lebih sering mengomel kesal meluapkan kekesalan dan rasa irinya pada singa sendirian saja. Hingga suatu hari, kancil sedang memakan rumput di dekat ujung hutan, ia memakan rumput disana sendirian sambil memperhatikan sekitarnya memastikan keadaan hutan tetap aman, hingga tiba tiba ia melihat ada seorang manusia memasuki kawasan hutan sambil membawa sebuah tempat air yang lumayan besar, manusia itu terlihat sangat berhati hati saat memasuki hutan, melihat itu kancil pun menyudahi makannya, ia segera bergegas menuju singa untuk melaporkan bahwa ada manusia yang memasuki hutan. Setelah berjalan beberapa saat, kancil pun bertemu dengan singa ‘ singa, aku mau melaporkan, bahwa ada seorang manusia yang datang ke hutan dengan membawa tempat air yang lumayan besar di dekat ujung hutan sana’ ucap kancil melapor pada singa
‘ apa dia membawa sesuatu lagi selain tempat air itu?’ tanya singa ‘ tidak ada, yang aku lihat hanya sebuah tempat air saja’ jawab kancil ‘ baiklah kalau begitu, aku akan kesana untuk memantaunya, kau jangan lupa untuk segera memberitahu para hewan agar berhati hati dan menjaga sikapnya’ ucap singa Singa pun bergegas pergi ke ujung hutan untuk memantau manusia itu, dan kancil pun bergegas untuk memberitahu para penghuni hutan lainnya, ia kemudian memukul sebuah alat yang suaranya hanya dimengerti oleh hewan di sana saja, alat itu digunakan untuk memberitahu para hewan untuk berkumpul. Setelah beberapa saat ia membunyikan alat itu, semua penghuni hutan pun berkumpul dan kancil pun memberikan informasi mengenai kehadiran manusia dan singa si raja hutan sedang memantau manusia itu. Setelah mendengar informasi itu, beberapa hewan ingin melihat raja hutan yang sedang memantau manusia, kancil pun mengizinkan itu namun dari kejauhan saja karena ia tak mau jika karena hal itu jadi mengganggu tugas yang sedang dilaksanakan, kancil pun bergegas bersama beberapa hewan untuk melihat singa yang bertugas dari kejauhan. Betapa terkejutnya mereka semua saat melihat sang raja hutan sedang menerkam manusia yang datang kehutan itu, mereka sangat terkejut dan tak percaya bahwa singa melakukan itu, karena selama ini singalah yang sangat menyuruh mereka untuk tidak menyerang manusia atau hewan lainnya selama mereka tidak merusak hutan, dan mereka merasa manusia itu datang tanpa merusak hutan, mereka merasa sangat kecewa pada singa. Melihat hal itu, kancil yang sudah lama merasa iri pada singa pun memanfaatkan suasana untuk menjatuhkan singa ‘ kalian lihat, raja hutan yang kalian kagumi malah melanggar aturan itu sendiri, dia pasti hanya berpura pura baik di depan kalian agar kalian kagum padanya, padahal nyatanya dia tidak begitu, kalian lihat sendiri kan?’ ucap kancil dengan tersenyum jahat ‘ kau benar kancil, kami salah menilai, dia hanya terlihat baik di depan saja, padahal di belakang kami, dia melakukan hal itu, tidak seperti kamu walau kau cuek pada kami, tapi kau tidak pernah melanggar peraturan di hutan ini kancil’ ucap seekor hewan yang melihat aksi singa menerkam manusia itu Kancil yang mendengar itu pun merasa senang, dan berpikir bahwa kali ini singa akan dijauhi oleh para hewan lainnya, mereka pun melihat singa yang berjalan menuju arah mereka, semua hewan ingin pergi meninggalkan tempat itu namun kancil menahannya, ia menyuruh hewan hewan itu untuk menegur singa, ia melakukan itu agar singa merasa malu. Namun saat singa sampai, singa menunjukkan tempat air dan korek api yang didapatnya dari manusia yang ia terkam
‘ Aku tahu kalian melihat aksiku tadi, makanya aku kemari untuk menunjukkan ini, manusia itu berniat untuk membakar hutan ini dengan alat alat ini, aku mencoba menakuti namun ia malah menyerangku dengan melempariku batu dan mengenai kepalaku, saat ia mencoba mencoba melempar api ini aku menerkamnya, aku tak mau dia merusak hutan ini, jika kalian ingin marah padaku silahkan, yang penting aku sudah menjelaskannya pada kalian’ ucap singa menjelaskan Mendengar itu semua hewan di sana pun akhirnya paham dan mengerti mengapa singa melakukan itu, mereka tidak jadi marah pada singa dan mengucapkan terimakasih pada singa karena telah menyelamatkan mereka dan hutan mereka, mereka juga meminta maaf pada singa karena telah berburuk sangka padanya, sedangkan kancil merasa sangat malu karena sudah menjelek jelekkan singa pada hewan disana namun hal itu justru tidak terbukti dan membuat kancil semakin mendapat nilai yang jelek di mata para hewan lainnya.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini