Kisah Kuro Baik Hati dan Kancil Yang Malang | Hikmah Jangan Pernah Takut Dan Berhenti Berbuat Baik Karena Kebaikan Akan Mendatangkan Kebaikan Pula Dan Jangan Lupa Membalas Kebaikan Seseorang Dengan Kebaikan Pula
Alkisah, disebuah hutan hiduplah seekor kura kura bernama kuro. Kuro ini tinggal sendirian di sebuah rumah pohon yang ia buat dari batang batang pohon yang ada di hutan sana, kuro ini terkenal sebagai hewan yang sangat baik hati. Bagaimana tidak, ia selalu menolong setiap hewan yang sedang kesulitan di dalam hutan tanpa pandang bulu. Kuro memang sangat senang menolong hewan lain yang kesulitan, karena menurutnya membantu hal sekecil apapun dapat membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih baik dan juga kuro percaya hal itu akan mendatangkan kebaikan pula, ia tidak pernah merasa takut dan merasa rugi jika menolong seseorang. Suatu hari saat sore menjelang, kuro sedang berjalan sendirian di tengah hutan sambil membawa sebuah kantong berisi makanan yang ditaruh diatas cangkang punggungnya, ia sedang berjalan pulang menuju rumahnya setelah hampir seharian ia mencari makanan di hutan sebelah. Ia memang sengaja mencari makanan di hutan sebelah karena ingin sambil berjalan jalan dan juga menyapa kawan kawannya yang berada di hutan sebelah. Kuro mencari makanan untuk dijadikan stok makanan saat musim dingin nanti, karena ia takut jika saat musim dingin nanti hutan yang ia tempati tidak cukup memiliki persediaan makanan untuk dirinya dan juga hewan lainnya. Saat sedang menikmati perjalan sore harinya, kuro melihat ada seekor kancil yang duduk bersandar dibawah pohon beringin yang besar, ia tidak pernah melihat kancil itu sebelumnya, namun kancil itu terlihat begitu lemas, bahkan kancil itu terlihat memegang perut dan kakinya seperti menahan rasa sakit. Kuro yang merasa penasaran pun akhirnya memutuskan untuk menghampiri kancil itu ‘ hai kawan ’ sapa kuro pada kancil Kancil yang sedang bersandar itu pun melihat kearah kuro yang sudah berada di dekat dirinya ‘kau sedang apa kawan? kau terlihat begitu lemas’ ucap kuro bertanya pada kancil Kancil pun menjawab pertanyaan kuro ‘ aku sedang beristirahat disini dan aku sangat lapar, namun karena kakiku terluka akibat kabur dari pemburu, aku tidak kuat lagi untuk berjalan ’ jawab kancil
Kuro yang mendengar itu pun langsung melihat kaki kancil yang terluka cukup parah hingga mengeluarkan darah, melihat itu membuat kuro merasa sangat kasihan pada kancil ‘ ini luka parah kawan, kau tidak boleh membiarkannya seperti ini’ ucap kuro Kancil itu pun menjawab ‘ aku sungguh ingin mengobati luka itu, tapi jangankan untuk mencari daun obat yang entah dimana, untuk berdiri saja aku sudah tidak sanggup, ini sungguh sakit sekali’ ucap kancil Mendengar jawaban itu, kuro pun berniat untuk membantu kancil yang malang itu ‘ kalau begitu, kamu tunggu disini, aku akan mencarikan daun obat itu dan membantumu mengobati luka ini’ ucap kuro pada kancil Kuro pun kemudian pergi mencari daun obat untuk mengobati luka kancil itu, ia melihat ke sekelilingnya berharap menemukan daun obat di dekat sana, dan benar saja. Ia menemukan pohon obat di dekat pohon beringin itu, ia pun bergegas menghampiri pohon obat itu dan memetik beberapa helai daun itu, getah dari daun itu adalah obat yang bisa menyembuhkan luka pada kaki kancil, sehingga kuro sangat dengan hati hati membawa daun itu agar getahnya tidak bercucuran kemana mana. Setelah sampai kuro langsung menghampiri kancil yang sudah sangat lemas itu ‘ ini kancil, kemarikan kakimu’ ucap kuro pada kancil Kancil pun mengarahkan kakinya pada kuro, kuro pun mulai mengobati kaki kancil dengan sangat hati hati ‘ aw..’ rintih kancil menahan sakit ‘ tahan ya.. agar kakimu cepat sembuh’ ucap kuro Kuro pun kembali menaruh getah getah dari daun obat itu pada luka di kaki kancil, sesekali kuro meniup kaki kancil yang diobati itu agar mengurangi rasa sakitnya ‘ sudah selesai, sekarang kita tinggal menunggunya kering ’ ucap kuro ‘ terimakasih kawan telah membantuku, oh iya ngomong ngomong namamu siapa?’ ucap kancil bertanya pada kuro ‘ namaku kuro, kalau kau siapa?’ jawab kuro sambil bertanya kembali pada kancil ‘ namaku kancil, tapi kau bisa memanggilku acil’ jawab acil ‘ oke kalau begitu, halo acil senang bertemu denganmu’ ucap kuro sambil tersenyum Kancil pun tersenyum dan menjawab ‘ halo kuro, senang juga bisa bertemu denganmu’ ucap kancil Kuro kini mengeluarkan beberapa makanan dari kantong makanan milikinya ‘ nah acil, sekarang kau makan ini ya, kau pasti sudah sangat lapar sekarang ’ ucap kuro sambil memberikan makanan pada acil
Acil pun tersenyum senang melihat kuro memberinya makanan ‘ sungguh? kau memberikan ini untukku?’ tanya acil ‘ sungguh, makanlah’ jawab kuro ‘ terimakasih kuro, kau sungguh baik sekali’ ucap acil Acil pun langsung menerima makanan pemberian acil itu dan memakannya dengan lahap, melihat acil yang makan dengan begitu lahap membuat kuro semakin merasa bersyukur karena dirinya masih bisa diberi kesehatan dan juga merasa senang, karena akhirnya ia bisa membantu seseorang yang sedang kesulitan lagi. Kuro yang sedang melihat acil makan itu pun tersadar bahwa hari sudah mulai gelap ‘ acil, rumahmu dimana?’ tanya kuro Acil yang sedang makan itu pun terdiam sejenak ‘ aku tidak memiliki rumah kuro, aku tinggal di hutan yang cukup jauh dari sini sendirian, aku pergi ke hutan ini karena berniat untuk mencari rumah dan juga makanan yang cukup untukku, namun bukannya rumah dan makanan yang kudapat, malah aku bertemu dengan pemburu dan mendapati luka ini di kakiku’ ucap acil menjelaskan pada kuro Kuro pun mengerti maksud acil, ia merasa acil ini adalah seekor hewan yang baik, dengan rasa iba dan juga niat menolong, kuro pun memutuskan untuk mengajak acil tinggal bersama dirumahnya ‘ acil, kalau begitu, apakah kau mau tinggal bersamaku? rumahku tidak besar si tapi ada sebuah ruangan yang bisa kau pakai untuk beristirahat’ tanya kuro pada acil Acil pun terkejut mendengar kuro yang mengajaknya tinggal bersama ‘ kuro, apa kau serius? kita baru saja kenal, apa kau tidak takut jika aku adalah hewan yang jahat?’ acil malah kembali bertanya pada kuro Kuro pun tersenyum dan menjawab dengan begitu yakin ‘ aku serius acil, aku yakin kau adalah hewan yang baik, aku bisa menilai dan merasakannya, jadi apa kau mau tinggal bersamaku?’ kata kuro Acil pun merasa begitu senang mendengar jawaban kuro ‘ aku mau kuro aku mau, aku janji akan membantumu melakukan hal apapun’ jawab acil dengan begitu senang Kuro pun tersenyum melihat acil yang begitu senang ‘ baiklah kalau begitu, ayo kita pulang sebelum hari semakin gelap, mari aku bantu kau berdiri dan berjalan’ ucap kuro sambil membantu acil berdiri ‘ terimakasih kuro kau sungguh hewan yang sangat baik’ ucap acil
Acil dan kuro pun berjalan pulang menuju rumah kuro bersama sama, sejak hari itu acil dan kuro menjadi sangat dekat dan akrab, acil benar benar sangat membantu kuro dalam segala aktivitasnya, bahkan acil setiap harinya selalu membersihkan rumah kuro dan juga menyiapkan segala keperluan kuro, acil bahkan sering menggendong kuro saat mereka pulang mencari makanan dari hutan sebelah, bahkan saat kuro sakitpun acil benar benar merawatnya dengan baik. Hingga akhirnya acil memiliki rumah sendiri yang ia buat dari dahan pohon juga, acil membuat rumah itu tepat di sebelah rumah kuro, ia melakukan itu agar ia tetap bisa membantu kuro dan juga membalas kebaikan kuro selama ini padanya, kini kuro tak kesepian lagi ia kini memiliki seorang sahabat yang sangat baik dan peduli padanya, bahkan kini kuro tak perlu mencari makanan lagi setiap harinya, karena acil selalu membawakan makanan yang banyak untuk dirinya, ia tak perlu lagi berjalan jauh menghabiskan waktunya untuk mencari makanan, hal itu benar benar sangat membuat kuro senang.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini