Kisah Seorang Anak Yang Rajin | Hikmah Lakukanlah Semua Hal Dengan Tulus dan Ikhlas Maka Kau Akan Mendapat Hasil Yang Indah
Suatu hari ada seorang anak laki laki bernama arya, arya adalah seorang anak berusia sekitar sepuluh tahun yang terlahir dari keluarga kurang mampu, bapaknya telah lama meninggal karena kecelakaan kerja, dan kini ibunya lumpuh karena terjatuh dari tangga saat sedang bekerja di rumah tetangganya, sehingga ibunya tidak dapat berjalan dan hanya bisa diam kamarnya saja. Sehingga arya yang masih kecil sudah harus bekerja sebagai tulang punggung keluarga untuk menghidupi keluarganya. Arya ini memiliki seorang adik kecil perempuan yang berusia enam tahun,di usianya yang masih kecil seharusnya arya dan adiknya bisa bersekolah seperti anak lain seusianya, namun karena keadaan keluarganya yang serba kekurangan akhirnya arya dan adiknya tidak bisa bersekolah. Jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan sehari hari pun arya harus bekerja dari pagi hingga sore, arya setiap harinya pergi ke pasar dari pagi hingga sore untuk bekerja sebagai buruh angkut, dan adik kecilnya dia suruh diam dirumah untuk menjaga ibunya dan menyiapkan kebutuhan ibunya. Arya bekerja di sebuah toko sembako milik seorang kakek tua bernama surya, toko sembako milik pak surya pun memiliki beberapa karyawan selain arya, pak surya sangat tegas pada karyawannya, ia tidak ingin ada sebuah kesalahan yang dilakukan oleh karyawannya sehingga dapat menyebabkan tokonya merugi, namun meski begitu, pak arya sangat memperhatikan karyawannya, ia selalu memberi upah lebih jika barang sedang datang banyak dan juga sesekali ia memberikan sembako pada karyawannya. Hal itu membuat karyawannya betah bekerja disana meski pak surya sering mengomeli mereka. Karyawan di toko pak surya itu hampir seluruhnya sudah bapak bapak, hanya arya saja yang masih kecil bekerja di toko itu. Pak surya menerima arya untuk bekerja di tokonya awalnya karena merasa iba padanya, namun saat sudah bekerja, pak surya justru senang dengan pekerjaan arya karena arya begitu telaten saat bekerja, hampir arya tak pernah membuat kesalahan selama bekerja disana. Pagi itu arya akan berangkat ke pasar sebelum matahari terbit, ia mendatangi kamar ibunya untuk berpamitan ‘ bu, arya pergi ke pasar dulu ya, doakan agar arya bisa bekerja dengan baik hari ini’ ucap arya pada ibunya ‘ ibu selalu mendoakanmu nak, kau sudah sarapan nak?’ tanya ibu arya
‘ hm.. belum bu, nasinya hanya cukup untuk ibu dan adik, aku akan sarapan di pasar saja’ ucap arya pada ibunya ‘ baiklah kalau begitu, jangan sampai kau tidak sarapan ya nak’ ucap ibu arya ‘ iya bu, ibu jangan lupa minum obat ya, kalau ada apa apa bilang lah pada adik bu’ ucap arya pada ibunya ‘ adik, kau jaga ibu dengan baik ya, kalau ada apa apa cepatlah ke pasar dan temui kaka, kau paham?’ arya kembali berkata pada adiknya ‘iya kaka, aku paham’ jawab adik kecilnya ‘ ya udah kalau begitu aku pergi dulu ya’ ucap arya sambil mencium tangan ibunya ‘ hati hati nak, maafkan karena kondisi ibu seperti ini kau harus bekerja untuk menghidupi keluarga ini nak’ ucap ibu arya sambil mengelus rambut arya menahan tangis ‘ sudah ibu tidak apa, arya ikhlas melakukannya, yang penting ibu dan adik sehat itu sudah cukup untuk arya’ ucap arya Mendengar perkataan anaknya, Ibunya pun tersenyum pada arya ‘ kalau begitu arya pergi ya, nanti kesiangan kalau terus mengobrol ’ ucap arya sambil nyengir ‘ iya nak’ jawab ibunya sambil tersenyum Saat berjalan keluar, adiknya pun menghampirinya ‘kak, hari ini obat ibu habis’ ucap adiknya ‘ oh iya adik, nanti kaka belikan ya saat pulang kau tenang saja’ ucap arya pada adiknya, adiknya pun hanya menganggukkan kepalanya dan kembali masuk ke kamar ibunya Arya pun pergi ke pasar untuk kembali bekerja seperti biasanya, saat di perjalanan ia memikirkan bagaimana caranya membeli obat ibunya, ia mengeluarkan uang dari saku celananya ‘ lima ribu’ ucap arya sambil melihat uang yang dipegangnya ‘ sepertinya hari ini aku harus meminjam uang pada pak surya untuk membeli obat’ gumam arya Ia pun kembali berjalan dengan cepat menuju pasar agar tidak kesiangan dan pak surya akan mengomelinya, begitu sampai di toko arya pun langsung bekerja dengan karyawan lainnya, hari itu rupanya barang datang, sehingga arya mengangkut barang cukup banyak, ia bolak balik mengambil barang di mobil dan menaruhnya di toko. Arya lupa kalau pagi tadi ia sarapan, tiba tiba saat arya sedang mengangkut barang, ia merasa pusing dan akhirnya jatuh pingsan, pak surya yang melihat itu pun kaget karena sebelumnya arya tidak pernah begitu, pak surya menyuruh karyawan lain untuk membawanya masuk ke dalam toko, disana arya diberi wewangian agar cepat sadar, lalu beberapa saat kemudian arya pun tersadar, dan kaget melihat dirinya ada di dalam toko, ia pun langsung beranjak dari tidurnya.
‘ beristirahatlah sejenak, kau tadi pingsan’ ucap pak surya ‘ maaf kan aku pak, telah merepotkanmu’ ucap arya merasa tak enak pada pak surya ‘ sudah tak apa duduklah, dan minum teh ini ’ pak surya menyuruhnya duduk dan memberikan segelas teh hangat arya pun duduk kembali dan menerima gelas itu ‘ terimakasih pak’ ucap arya ‘ kau kenapa? tidak pernah seperti ini sebelumnya, apa kau kelelahan?’ tanya pak surya Arya pun akhirnya menceritakan pada pak surya mengenai kondisinya dan keluarganya, pak surya pun mendengarkan cerita arya dengan seksama, pak surya pun merasa iba mendengar cerita arya, setelah bercerita arya pun kembali ke toko untuk bekerja lagi ‘ aduh maaf pak, arya jadi bercerita, kalau begitu, arya lanjut bekerja lagi ya pak, terima kasih’ ucap arya dan langsung bergegas untuk kembali bekerja
Pak surya hanya mengangguk dan melihat arya yang pergi kembali bekerja. Pak surya ingin membantu arya, namun ia takut arya menolak bantuannya, sehingga ia memutuskan untuk memberikan upah lebih hari ini pada karyawannya terutama untuk arya, saat waktunya pulang pak surya pun memanggil setiap karyawannya dan memberikan upah pada mereka, dan kini giliran arya yang dipanggil, ‘ arya ini adalah upah kerja mu hari ini, dan ini adalah bonus untuk mu karena sudah bekerja dengan telaten tanpa membuat kesalahan selama ini’ ucap pak surya sambil memberikan amplop upah pada. ‘ terima kasih banyak pak terima kasih ’ ucap arya Arya yang menerima upah itu pun merasa sangat senang karena akhirnya ia bisa membeli obat untuk ibunya tanpa perlu meminjam uang pada pak surya, arya pun pulang dan membeli obat untuk ibunya, tak lupa ia juga membeli makanan untuk adik dan ibunya dirumah.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini