Beranda/Dongeng/Cerita Dinosaurus Kisah Stego Kecil Dengan Tanah Dan Batu | Hikmah Kita Harus Bisa Memaafkan dan Melupakan Kesalahan Seseorang Dan Selalu Mengingat Kebaikan Seseorang Pada Kita
Sampul Cerita Dinosaurus  Kisah Stego Kecil Dengan Tanah Dan Batu | Hikmah Kita Harus Bisa Memaafkan dan Melupakan Kesalahan Seseorang Dan Selalu Mengingat Kebaikan Seseorang Pada KitaCerita Dinosaurus Kisah Stego Kecil Dengan Tanah Dan Batu | Hikmah Kita Harus Bisa Memaafkan dan Melupakan Kesalahan Seseorang Dan Selalu Mengingat Kebaikan Seseorang Pada KitaGO-DONGENG · DONGENG
Dongeng Buku cerita bergambar

Cerita Dinosaurus Kisah Stego Kecil Dengan Tanah Dan Batu | Hikmah Kita Harus Bisa Memaafkan dan Melupakan Kesalahan Seseorang Dan Selalu Mengingat Kebaikan Seseorang Pada Kita

Suatu hari hiduplah seekor stegosaurus kecil bersama dengan induknya, stego dan induknya tinggal di sebuah hutan yang begitu luas, hutan itu ditumbuhi oleh berbagai jenis tanaman, mereka tinggal disana bersama dengan din...

Buka halaman cerita
Cerita dimulai

Cerita Dinosaurus Kisah Stego Kecil Dengan Tanah Dan Batu | Hikmah Kita Harus Bisa Memaafkan dan Melupakan Kesalahan Seseorang Dan Selalu Mengingat Kebaikan Seseorang Pada Kita

Ilustrasi adegan 1 dari cerita Cerita Dinosaurus  Kisah Stego Kecil Dengan Tanah Dan Batu | Hikmah Kita Harus Bisa Memaafkan dan Melupakan Kesalahan Seseorang Dan Selalu Mengingat Kebaikan Seseorang Pada Kita

Suatu hari hiduplah seekor stegosaurus kecil bersama dengan induknya, stego dan induknya tinggal di sebuah hutan yang begitu luas, hutan itu ditumbuhi oleh berbagai jenis tanaman, mereka tinggal disana bersama dengan dinosaurus lainnya, mereka hidup dengan damai dan tentram di sana. Stego dan induknya begitu dekat, meski stego sering bermain dengan teman temannya, ia tidak pernah lupa untuk membantu ibunya, sehingga mereka selalu mempunyai waktu bersama, begitupun induk stego, meski ia harus pergi untuk mencari makan, ia selalu menyempatkan waktu untuk menemani stego kecil bermain. Hal itu lah yang membuat stego dan induknya begitu dekat, saking dekatnya stego kecil ini selalu menceritakan berbagai hal yang dilaluinya kepada induknya, hal yang paling sering ia ceritakan adalah teman temannya, sehingga induk stego bisa mengetahui sikap stego pada teman temannya dan juga sikap teman stego pada anaknya. Seperti sore itu, stego baru saja pulang ke rumahnya setelah bermain dari siang bersama kawannya di lapang hutan, stego pulang dengan sangat ceria, hal itu dapat dilihat dari raut wajah stego, karena bibir stego membentuk sebuah lekukan terlihat ia sedang tersenyum. ‘ wa.. rupanya anak ibu sudah pulang ’ sambut induk stego pada anaknya ‘ sudah dong bu..’ sahut stego sambil tersenyum ‘ kau terlihat begitu senang nak, apa hari ini sangat menyenangkan?’ tanya induk stego yang penasaran melihat raut wajah stego ‘ hihi.. sangat menyenangkan bu.. ditambah tadi minmi membuatkan sebuah mainan khusus untukku yang dibuat dari batang pohon ’ ucap stego menjawab pertanyaan induknya Stego menunjukkan sebuah mainan kincir angin kecil dari kawannya itu ‘ wa.. bagus sekali’ puji induk stego pada mainan anaknya itu ‘ iya bu, minmi memang pandai ya bu’ ucap stego Induk minmi hanya tersenyum melihat anaknya yang begitu senang ‘ minmi sangat baik pada ku bu, selain dia membuatkan mainan ini khusus untukku, ia juga suka membantuku jika aku mengalami hal sulit saat bermain’ ucap stego lagi pada induknya ‘ iya nak, dari setiap ceritamu saat bermain dengannya, ibu rasa minmi memang teman yang sangat baik’ ucap induk minmi sambil tersenyum

Ilustrasi adegan 2 dari cerita Cerita Dinosaurus  Kisah Stego Kecil Dengan Tanah Dan Batu | Hikmah Kita Harus Bisa Memaafkan dan Melupakan Kesalahan Seseorang Dan Selalu Mengingat Kebaikan Seseorang Pada Kita

‘ ceritanya kita simpan dulu ya.. sekarang ayo kita makan, ibu sudah menyiapkan makanan untuk kita makan bersama’ ucap induk stego mengajak anaknya untuk makan ‘ wa.. pasti lezat makanan buatan ibu’ ucap stego sambil tersenyum ‘ hm.. kita tidak tahu sampai kita mencobanya, jadi ayo kita makan sekarang ’ jawab induk stego sambil berjalan menuju tempat makan Stego kecil pun menaruh mainan kincirnya di atas meja, ia kemudian bergegas menyusul induknya kemeja makan, stego pun langsung duduk di kursi depan induknya. Induk stego menaruh makanan pada piring stego dan juga miliknya, mereka pun menyantap makanan itu bersama. Keesokan harinya saat pagi datang, stego telah selesai membantu induknya membersihkan rumah, stego pun pamit pada induknya untuk pergi bermain bersama kawannya, pagi itu stego dan kawan kawannya akan pergi ke sungai yang ada di dekat hutan bersama sama untuk mandi dan sarapan bersama. ‘ibu aku pergi dulu ya’ ucap stego kecil berpamitan pada induknya ‘ tunggu sebentar nak’ ucap induk stego menahan anaknya pergi Induk stego pun bergegas ke dapur dan membawakan sesuatu untuk stego ‘ ini, kau hampir saja lupa membawa bekalmu’ ucap induk stego ‘ ahh iyaa.. hampir saja aku lupa terima kasih ibu’ ucap stego sambil tersenyum ‘ yasudah kalau begitu aku pergi ya bu’ pamit stego ‘ iya, hati hati nak’ sahut induk stego Stego kecil pun pergi meninggalkan induknya, induk stego pun kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa, hari itu induk stego tidak mencari makanan ke dalam hutan, karena ia sudah menyediakan stok makanan yang cukup banyak dan juga ia ingin membersihkan rumahnya yang sudah cukup lama tidak dibersihkan. Saat hari menjelang siang, tiba tiba stego kecil datang dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal, ia membuka pintu rumahnya dengan cukup keras, membuat induk stego terkejut dan merasa aneh dengan sikap stego yang seperti itu, ia pun menghampiri anaknya yang kini sedang duduk dengan wajah yang kesal ‘ rupanya kau sudah pulang nak, bagaimana hari ini apa menyenangkan?’ tanya induk stego sambil mengelus kepala anaknya ‘ ish.. hari ini menyebalkan sekali bu’ ucap stego dengan kesal ‘ jadi tadi aku menitipkan bekal ku pada minmi, lalu dia malah menjatuhkan bekal makanan yang ibu berikan padaku sangat menyebalkan’ ucap stego menjelaskan kekesalannya pada minmi

Ilustrasi adegan 3 dari cerita Cerita Dinosaurus  Kisah Stego Kecil Dengan Tanah Dan Batu | Hikmah Kita Harus Bisa Memaafkan dan Melupakan Kesalahan Seseorang Dan Selalu Mengingat Kebaikan Seseorang Pada Kita

Induk stego yang mendengar itu pun menghela nafasnya dan tersenyum ‘ lalu bagaimana nak? apa minmi meminta maaf padamu?’ ucap induk stego ‘ ya aku jadi tidak makan bu, makanya aku pulang cepat, minmi meminta maaf padaku dia bilang ia tidak sengaja melakukan itu, bahkan ia mau memberikan bekalnya padaku, tapi aku tidak mau menerimanya aku kesal padanya karena dia begitu ceroboh, pokoknya aku kesal padanya aku tidak mau lagi menitipkan sesuatu padanya’ ucap stego dengan kesal ‘ loh kenapa begitu? minmi kan sudah meminta maaf padamu, bahkan ia mau bertanggung jawab dengan memberikan bekalnya padamu’ ucap induk stego ‘ pokoknya aku kesal pada minmi ibu, dia sangat ceroboh, aku tidak mau bermain dengan dia lagi’ ucap stego Melihat sikap anaknya yang seperti itu, induk minmi terdiam, ia kaget karena anaknya begitu cepat melupakan kebaikan seseorang hanya karena satu kesalahannya, ia pun akhirnya memikirkan cara untuk memberikan sebuah pembelajaran untuk anaknya, ia pun akhirnya mendapat sebuah ide, dan memutuskan untuk mengajak anaknya berjalan keluar rumah. ‘ hmm yasudah karena kau kesal begini, ibu mau mengajakmu berjalan jalan mengelilingi hutan bersama, apa kau mau?’ tanya induk stego Stego kecil pun hanya menganggukkan kepalanya ‘baiklah kalau begitu, ayo kita keluar’ ucap induk stego bergegas berjalan keluar rumah, stego pun mengikuti induknya. Saat berjalan mengelilingi hutan, induk stego meminta anaknya untuk mengikuti setiap langkah dan suara yang dikeluarkan induknya, saat pertama kali stego mengikuti induknya, ia melakukan sebuah kesalahan saat menirukan langkah induknya, induk stego pun menulis satu kesalahan stego kecil di tanah, stego kecil pun melihat induknya yang menulis kesalahannya di tanah. Lalu induk stego kemudian meminta anaknya untuk mengikutinya langkah dan suaranya lagi, saat stego melakukannya lagi ia berhasil menirukan langkah dan suara induknya tanpa kesalahan, lalu induk stego pun mengukir kebenaran stego pada sebuah batu, stego kecil pun hanya memperhatikan sikap induknya. Lalu induk stego meminta anaknya untuk mengikuti langkah dan suaranya lagi beberapa kali, dan stego pun melakukannya. Setiap stego melakukan kesalahan induk stego akan menuliskannya di tanah dan jika stego melakukan dengan benar, induk stego akan mengukirnya di batu. Melihat itu stego kecil merasa aneh, ia pun bertanya pada induknya

Ilustrasi adegan 4 dari cerita Cerita Dinosaurus  Kisah Stego Kecil Dengan Tanah Dan Batu | Hikmah Kita Harus Bisa Memaafkan dan Melupakan Kesalahan Seseorang Dan Selalu Mengingat Kebaikan Seseorang Pada Kita

‘ bu, kenapa ibu menulis kesalahanku di tanah dan mengukir kebenaranku di batu?’ tanya stego kecil Induk stego pun tersenyum mendengar pertanyaan anaknya ‘ coba perhatikan ini nak’ ucap induk stego Stego kecil pun memperhatikan induknya dengan seksama Induk stego pun menginjak tanah yang bertuliskan kesalahan stego dan hilanglah tulisan itu ‘kau lihat nak? tulisan kesalahanmu ditanah hilang begitu saja saat ibu menginjak tanah ini’ ucap induk stego Lalu induk stego pun menginjak batu yang berukirkan kebaikan stego ‘ dan kau lihat ini nak? tulisan kebaikanmu di batu tidak hilang saat ibu menginjak batu ini’ ucap induk stego ‘Dengan dua hal ini ibu ingin kau belajar nak, bahwa kesalahan seseorang bisa hilang begitu saja karena kebaikannya yang selalu teringat dan membekas pada seseorang, jadi ibu harap kau bisa memaafkan sebuah kesalahan minmi padamu dan mengingat semua kebaikan minmi yang sudah ia lakukan padamu, karena seperti yang ibu lakukan tadi, kesalahanmu ibu hapuskan hanya dengan menginjak tulisannya saja, tapi kebenaranmu akan selalu ibu lihat dibatu ini ’ ucap induk stego ‘ baik bu, terima kasih karena kau telah memberikanku sebuah pembelajaran baru’ ucap stego tersenyum yang kini mengerti maksud dari perkataan induknya.

Ilustrasi adegan 5 dari cerita Cerita Dinosaurus  Kisah Stego Kecil Dengan Tanah Dan Batu | Hikmah Kita Harus Bisa Memaafkan dan Melupakan Kesalahan Seseorang Dan Selalu Mengingat Kebaikan Seseorang Pada Kita
✦

Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.

Ruang berbagi

Pesan untuk cerita ini