Kisah Yuli Gadis Pintar | Hikmah Jangan Cepat Merasa Sombong Hanya Karena Ucapan Saja Dan Jangan Menaruh Banyak Harapan Pada Orang Lain
Di sebuah sekolah dasar, siswa siswi dan guru guru sedang berbaris di lapangan, mereka sedang melaksanakan upacara bendera bersama sama, semua peserta upacara mengikuti upacara dengan baik, mereka berbaris dengan rapi dan juga begitu serius tanpa main main mengikuti upacara tersebut. Saat upacara dilaksanakan, tidak ada suara bising sedikit pun yang terdengar dari sana, hanya suara pemimpin upacara yang terdengar dari lapang sana, hingga sampai di penghujung kegiatan upacara, kepala sekolah memberikan pengumuman untuk siswa siswinya ‘ untuk semua peserta, saya minta untuk tetap diam ditempat karena ada hal yang ingin saya umumkan’ ucap kepala sekolah menggunakan pengeras keras Semua peserta upacara pun tetap diam di tempat sesuai instruksi kepala sekolah, mereka pun mendengarkan pengumuman yang disampaikan oleh kepala sekolah dengan seksama ‘ satu bulan lagi, pihak sekolah akan mengadakan lomba cerdas cermat yang wajib diikuti setiap kelas, mulai dari kelas satu sampai kelas enam, lomba cerdas cermat ini dilaksanakan dalam rangka menyambut hari pendidikan nasional yang sebentar lagi akan datang, lomba cerdas cermat ini dilakukan oleh satu orang perwakilan masing masing kelas, sehingga bapak harap semua kelas disini mengirimkan satu orang perwakilan kelasnya untuk mengikuti lomba cerdas cermat, mohon bantuannya untuk setiap wali kelas membantu anak kelasnya untuk mengirimkan perwakilan kelasnya, sekian pengumuman dari bapak, untuk info lebih lanjutnya akan bapak berikan pada wali kelas masing masing supaya penyampaiannya lebih jelas ’ ucap pak kepala sekolah memberikan pengumuman. ‘ sekian pengumuman dari bapak, mohon maaf apabila ada salah salah kata, saya akhiri, terima kasih, silahkan ananda semua kembali ke kelas’ sambung kepala sekolah mengakhiri pengumuman. Seluruh siswa siswi pun membubarkan diri dari lapangan upacara, mereka berjalan kembali ke kelasnya, terdengar ramai sekali perbincangan para siswa siswi membahas mengenai lomba cerdas cermat yang akan diadakan pihak sekolah, mereka begitu semangat untuk mengikuti lomba cerdas cermat itu menyambut hari pendidikan. Salah satunya adalah nina, nina adalah sekolah gadis cantik kelas empat yang bersahabat baik dengan yuli, yuli ini adalah salah satu anak yang pintar di kelasnya ‘ yuli yuli.. kau dengar kan pengumuman pak kepala sekolah tadi?’ tanya nina pada yuli sambil menggoyang goyangkan tangan yuli
‘ iya nina aku dengar.., aku kan baris di bagian depan haha’ jawab yuli sambil sedikit tertawa ‘ haha dasar anak pintar, upacara saja harus di depan’ sahut nina sambil merangkul yuli ‘ yuli, aku yakin pasti kau yang akan mewakili kelas kita mengikuti lomba cerdas cermat’ ucap nina dengan semangat Mendengar perkataan temannya, yuli malah tertawa kecil ‘ ish.. ko malah ketawa sii ’ ucap nina dengan ketua ‘ ya abisnya kau ada ada saja, sudah pasti juara kelas yang akan mewakili lomba itu nina.. aku kan hanya peringkat tiga jadi pasti tidak mungkin aku yang mewakilkan ’ ucap yuli pada nina ‘ ishh tapi kan bisa saja ibu rahmi menyuruh anak anak yang lain memilih siapa yang akan mewakili kelas kita, teman teman kelas pasti memilihmu, mereka kan lebih senang berteman denganmu’ ucap nina masih keukeuh ‘ ya mungkin si.. tapi biarlah kita lihat saja nanti siapa yang ibu rahmi pilih’ jawab yuli singkat Ibu rahmi adalah wali kelas dari kelas 4A yaitu kelas nina dan yuli, ibu rahmi ini wali kelas yang baik sekali, beliau selalu mendengarkan keluh kesah anak anak siswanya dan juga selalu bermusyawarah untuk menentukan keputusan di kelas dengan anak anaknya, sehingga dalam hal pemilihan perwakilan kelas untuk lomba cerdas cermat pun, bu rahmi pasti akan melakukan musyawarah dengan anak kelasnya. Seluruh anak kelas 4A sudah memasuki kelas, mereka duduk dengan rapi di kursinya masih masing, nina dan yuli duduk di meja barisan paling depan, keduanya sangat senang duduk di depan karena menurut mereka itu sangat mengasyikan, hingga tibalah bu rahmi wali kelas mereka datang ke kelas. Bu rahmi pun duduk di kursi guru yang berada di depan kelas dan memulai pembicaraannya. ‘ selamat pagi semua’ sapa bu rahmi pada anak kelasnya ‘ selamat pagi juga bu..’ sahut anak anak kelas itu ‘ baik sesuai dengan pengumuman dari bapak kepala sekolah tadi, ibu sekarang disini mau mengadakan musyawarah untuk pemilihan, namun sebelum itu, ibu akan memilih calon calon yang akan mewakili kelas kita, jadi kalian tinggal memilih salah satu saja, nah ibu mau mencalonkan tiga orang yaitu, ardian, wulan dan yuli, mereka bertiga kan mendapat peringkat juara kelas menurut ibu lebih baik kita memilih diantara ketiga juara kelas kita agar lebih cepat untuk proses belajar persiapan untuk lomba nanti, apakah setuju anak anak?’ tanya ibu rahmi pada anak kelasnya
‘ setuju bu’ jawab anak kelas dengan kompak ‘ tuh kan yuli benar kata ku, pasti ibu rahmi akan menyuruh kita yang memilih, aku yakin kau yang akan terpilih’ ucap nina dengan semangat pada yuli Mendengar perkataan temannya itu, kini yuli menjadi sangat bersemangat, ia menjadi sangat yakin akan dipilih untuk mewakili kelasnya, sampai muncul perasaan sombong di dalam hati yuli ‘ haha benar katamu, teman kelas kan lebih senang berteman dengan ku dibanding kedua orang itu, pasti mereka memilih aku ’ ucap yuli dengan sedikit tertawa Nina pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya ‘ haha tapi jangan sedih ya kalau tidak jadi kau yang mewakili’ ucap nina pada yuli ‘ haha tentu tidak dong, kan pasti aku yang terpilih’ ucap yuli dengan percaya diri Akhirnya ibu rahmi pun menyuruh seluruh anak kelasnya memilih salah satu dari ketiga orang yang sudah dipilih, anak kelas pun menulis salah satu nama yang mereka pilih, lalu mereka mengumpulkannya di meja bu rahmi, bu rahmi pun membuka kertas dari anak setiap anak kelas dan membacakan nama yang tertulis, dan seorang siswa menghitung jumlah suara setiap calon perwakilan di papan tulis. ‘ oke anak anak, kita sudah melakukan voting, siapapun yang akan mewakili kelas kita, ibu harap bisa memberikan yang terbaik, dan juga untuk yang tidak terpilih jangan berkecil hati’ ucap bu rahmi sebelum mengumumkan siapa yang terpilih ‘ baiklah, berdasarkan hasil akhir suara voting, yang terpilih menjadi perwakilan kelas kita untuk lomba cerdas cermat adalah ardian ’ ucap ibu rahmi Semua anak kelas pun bertepuk tangan memberikan selamat pada ardian, namun tidak dengan yuli, ia merasa terkejut karena rupanya teman teman kelasnya tidak banyak yang memilih dirinya. ‘ ibu ucapkan selamat pada ardian, dan ibu harap ardian bisa memberikan hasil maksimal dan juga kepada wulan dan yuli jangan berkecil hati, walau kalian belum terpilih tapi ibu berharap kalian mau mau membantu ardian untuk menyiapkan perlombaan, termasuk anak kelas yang lain juga ya..’ ucap bu rahmi ‘ baiklah karena kita sudah mendapatkan orang yang akan mewakili kelas dalam lomba cerdas cermat, ibu akan pergi ke ruang guru untuk memberikan data perwakilan kelas kita, terimakasih anak anak tetap semangat belajar ya’ ucap bu rahmi meninggalkan kelas
Seluruh anak kelas pun menghampiri ardian dan memberikannya ucapan selamat, termasuk nina yang duduk sebangku bersama yuli, nina yang melihat yuli sedih pun menghampiri yuli dan menyemangatinya ‘ hei.. jangan bersedih ya tidak apa ko, lagi pula ini kan hanya lomba saja, meski bukan kau yang terpilih, tapi semua siswa juga tahu ko kalau kau adalah anak yang pintar ’ ucap nina menyemangati yuli Yuli pun hanya bisa tersenyum, ia mencoba menerima pilihan anak kelasnya, walau ia merasa sangat sedih karena merasa kecewa pada teman temannya yang begitu sering bermain dengannya namun tidak memilih dirinya.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini