Persahabatan Mangki dan Rara | Hikmah Berbuat Baiklah Pada Sahabatmu Karena Sahabat Yang Baik Tidak Akan Pernah Meninggalkanmu Sendirian Dalam Kondisi Apapun
Alkisah, diceritakan ada dua ekor hewan yang bersahabat begitu baik, mereka adalah rara dan mangki, mereka sudah bersahabat sejak dari lama, rara dan mangki ini sudah seperti saudara bahkan sudah terlihat seperti kaka beradik, karena hampir setiap hari mereka berdua selalu bersama. Rara adalah seekor kura kura, dan mangki adalah seekor monyet. Rara dan mangki tinggal di tempat yang berbeda. Rara tinggal di bawah pohon yang begitu besar, sedangkan mangki tinggal di atas pohon yang tinggi. Karena mangki tinggal diatas pohon, ia tidak memiliki tempat untuk menyimpan makanan, sehingga mangki selalu berkunjung kerumah rara dan menitipkan makanan disana. Mangki tidak pernah takut jika ia menyimpan banyak makanan di rumah rara, karena mangki percaya bahwa rara tidak akan pernah memakan sesuatu yang bukan miliknya tanpa seizin dari pemiliknya. Dan juga mangki tidak merasa keberatan jika rara memang memakan makanan miliknya. Karena rara sendiri sangat baik pada mangki, rara sering kali membuatkan mangki makanan yang begitu lezat. Rara begitu baik pada mangki dan begitupun sebaliknya, terkadang mangki membantu rara untuk membersihkan rumahnya. Persahabatan mereka memang benar benar baik. Hingga suatu hari saat matahari pagi terbit menyinari bumi, hewan hewan di hutan sudah terbangun, termasuk rara yang sedang menunggu mangki datang ke rumahnya, pagi itu rara sudah membuatkan beberapa roti lapis yang diisi pisang untuk mangki dan juga dirinya, hari itu rara ingin menyantap sarapan bersama dengan sahabatnya. Sampai akhirnya mangki pun datang ke rumah rara ‘ halo sahabat selamat pagi’ ucap rara pada sahabatnya mangki yang baru saja datang ke rumahnya ‘ selamat pagi, maaf ya kau pasti sudah menunggu lama’ ucap mangki ‘tidak ko.. oh iya aku sudah membuat roti lapis untuk sarapan, ayo kita makan bersama’ ucap rara mengajak mangki sarapan bersama ‘ wa… kau ini tau saja aku lapar haha’ jawab mangki ‘ haha tentu saja, kalau begitu ayo masuk, kita sarapan dulu’ ucap rara sambil masuk ke dalam rumahnya
Mangki pun mengikuti rara yang berjalan masuk ke dalam rumah dan menuju tempat makan, mangki melihat ada beberapa roti lapis disana ‘ wa.. kau sungguh membuat roti lapis’ ucap mangki ‘ haha, memang kau pikir aku tadi berbohong?’ ucap rara sambil tertawa ‘ hihi.. kau memang rajin rara masih sempat membuat sarapan tidak seperti aku yang selalu kesiangan’ ucap mangki ‘ ya.. tidak serajin itu juga, ini kan karena aku lapar saja haha’ gurau rara ‘ sudah, ayo kita makan’ ucap rara sambil duduk di kursi makan Mangki pun duduk di kursi makan yang berhadapan dengan rara, rara memberinya tiga roti lapis dan segelas jus apel ‘ wu.. ini sarapan yang lezat’ ucap mangki sambil melihat makanan di depannya ‘ haha kau ini, ayo makan’ ucap rara Mereka berdua pun menyantap makanan bersama, di sela sela makannya mereka berbincang membicarakan beberapa hal yang ada di hutan hingga akhirnya makanan mereka pun telah habis ‘ ahh.. kenyang sekali’ ucap mangki sambil menyenderkan badannya ke kursi dan memang perutnya Rara hanya tersenyum melihat kawannya yang kekenyangan, ia pun membereskan bekas makan mereka dari atas meja ‘ eh sini biar aku saja’ ucap mangki terbangun dari duduknya ‘ sudah tidak usah, biar aku saja’ ucap rara sambil tersenyum Mangki akhirnya tetap duduk di kursinya dan rara pergi ke dapur untuk mencuci bekas makannya, mangki pun menunggu rara sambil melihat sekitar rumah rara, ia sangat senang berada dirumah rara karena rumahnya sangat rapi dan juga bersih, rara memang senang sekali akan kebersihan. ‘ ayo aku sudah selesai’ ucap rara pada mangki ‘ oke, ayo kita pergi sebelum hari semakin siang’ jawab mangki Mereka pun berjalan keluar rumah bersama, hari ini rara dan mangki akan pergi ke danau yang berada di hutan sebelah, mereka ingin sekali melihat keindahan danau yang sering mereka dengar dari hewan hewan lainnya, mereka sangat penasaran ada apa di sana sehingga hewan hewan di hutan membicarakannya. Rara dan mangki pun berjalan menuju danau disana, tak lupa rara dan mangki membawa kantong kecil yang berisi makanan untuk persediaan mereka di jalan, mereka membawa itu untuk jaga jaga jika mereka kelelahan atau merasa lapar saat diperjalanan menuju danau.
‘mangki, kau sungguh tak apa berjalan seperti ini denganku untuk menuju danau?’ tanya rara pada mangki ‘ tidak apa, aku kan memang ingin pergi ke danau bersamamu’ jawab mangki sambil tersenyum Rara pun tersenyum pada mangki ‘ terima kasih mangki kau memang sahabat yang baik’ ucap rara ‘ ah kau ini bisa saja’ ucap mangki tersipu malu Sebetulnya mangki bisa saja bergelayutan dari pohon ke pohon untuk pergi ke danau dengan cepat, namun ia tak mau meninggalkan rara sendirian berjalan menuju danau. Rara dan mangki pun melanjutkan perjalanan mereka dengan semangat, mereka berbincang membahas banyak hal, tak jarang mereka pun bersenda gurau hingga terdengar suara tawa mereka, hingga tak terasa hari sudah semakin siang, mereka sudah sampai di hutan sebelah ‘ ahh.. akhirnya kita sudah semakin dekat dengan danau ’ ucap mangki pada rara ‘ iya benar.. mangki apa kau merasa lelah?’ tanya rara pada mangki ‘ hmm tidak begitu sih.. kau mau beristirahat dulu ra?’ tanya mangki ‘ hihi iya.. aku merasa lelah’ jawab rara ‘ oke kalau begitu, ayo kita beristirahat sebentar di bawah pohon yang rindang itu’ ucap mangki sambil menunjuk sebuah pohon tinggi dan juga besar. Rara dan mangki pun berjalan kesana, saat hendak duduk tiba tiba mangki menginjak sebuah tali dan tali tersebut langsung menarik mangki tinggi, rupanya tali tersebut adalah perangkap ‘ tolong rara tolong aku’ ucap mangki teriak meminta tolong pada rara Rara sangat panik, ia bingung harus bagaimana membantu mangki, ia tidak bisa memanjat pohon, dan juga tidak ada sesuatu yang panjang yang bisa rara gunakan untuk membantu mangki ‘ tolong rara’ ucap mangki kembali Tiba tiba terdengar suara tembakan dari kejauhan, rara dan mangki sadar itu ada pemburu disana, mangki semakin ketakutan dan terus meminta tolong para rara, namun tiba tiba rara berjalan meninggalkan mangki di sana sendiri ‘ rara kau mau kemana?’ ucap mangki sambil terus berusaha melepaskan diri
Namun rara tidak menggubrisnya, mangki benar benar merasa sedih karena rara malah pergi dan tidak membantunya, mangki hanya bisa menangis berharap ada yang membantunya, suara langkah pemburu semakin terdengar, membuat mangki semakin menangis ketakutan. Saat menangis ketakutan, mangki melihat rara datang dengan menaiki punggung gajah dan berjalan dengan menuju kearahnya ‘mangki ini’ ucap rara sambil memberikan sebuah pisau kepada mangki untuk memotong tali pada kakinya Mangki dengan cepat memotong tali itu dan langsung terlepas jatuh dari tali itu, ia jatuh tepat di punggung gajah ‘ ayo gajah’ ucap rara pada gajah Gajah pun langsung berlari menjauh dari tempat itu sebelum pemburu datang, gajah berlari cukup jauh ke dalam hutan, dan menurunkan rara dan juga mangki disana ‘ terimakasih kawan, kau sangat baik’ ucap rara sambil memberikan satu tas bekal makanan miliknya pada gajah Gajah pun tersenyum dan mengambil tas makanan itu, lalu pergi meninggalkan rara dan mangki. ‘ mangki, kau tidak apa?’ tanya rara ‘ tidak apa rara, terimakasih ya kau sudah membantuku, hampir saja aku berpikir kau akan meninggalkanku sendirian disana, tapi rupanya kau datang dengan meminta gajah membantumu, terimakasih ya’ ucap mangki sambil memeluk sahabatnya itu ‘ tentu aku akan membantumu dalam kondisi apapun mangki, aku tidak akan meninggalkanmu, maaf juga karena ku kau hampir saja tertangkap pemburu’ ucap rara Mangki dan rara pun berpelukan, mereka saling mengucapkan kata maaf dan terimakasih satu sama lain, semenjak itu mereka menjadi semakin dekat dan menjadi hewan yang sangat berhati hati dalam melakukan suatu hal.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini