Cerita Dinosaurus Persahabatan Stegosaurus dan Triceratops | Hikmah Jangan Takut Mencoba Suatu Hal Yang Baru
Pada suatu sore, stegosaurus dan triceratops sedang berjalan pulang menuju rumahnya di dalam hutan, mereka telah selesai bermain bersama kawan-kawannya di padang rumput. Mereka berbincang-bincang membahas keseruan saat bermain , sesekali gelak tawa terdengar dari mereka. Mereka berdua memang sudah bersahabat sejak kecil, tak heran jika kedekatan mereka sudah seperti saudara. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka sampai di dalam hutan, mereka pun berpisah menuju rumahnya masing-masing. Jarak rumah stego yang lebih dekat membuatnya sampai rumah terlebih dahulu, ia memasuki rumahnya serasa berkata ‘aku pulang..’ mendengar suara stego, induknya menyambutnya dengan hangat ‘ ah..rupanya kau sudah pulang, mari kesini, mama baru saja selesai membuat makan malam untukmu ’ ucap induknya yang sedang menyiapkan makan malam untuknya. ‘wanginya lezat sekali..’ ucap stego menghampiri ibunya sambil menghirup aroma makanan. ‘ ayo nak, kita makan bersama ’ ucap induk stego memberikan makanan pada stego, mereka kemudian duduk dan makan bersama. Di tempat lain, tepatnya rumah milik triceratops, suasana berbeda datang dari sana, triceratops yang baru saja pulang bermain itu, mendapati rumahnya kosong, ia berjalan menuju surat yang disimpan induknya, ia mengambil dan membacanya, rupanya sang induk pergi ke hutan sebelah untuk mencari beberapa keperluan rumahnya dan menyuruhnya untuk menginap dirumah stego karena induknya akan pulang sangat malam. Setelah membaca itu triceratops tak berucap apa-apa, ia langsung menaruh surat dan bergegas menuju rumah stego. ‘ stego..’ ucap triceratops memanggil temannya dari luar rumah Stego dan induknya mendengar suara itu dan menghentikan makannya. ‘ seperti ada yang memanggil mu nak ’ ucap induk stego sambil melihat ke arah stego. Stego masih terdiam mencoba mendengar suara yang memanggilnya. ‘Stego.. apakah kau ada di dalam ? ini aku tricera’ tricera kembali memanggil stego sambil memberitahu bahwa dirinya lah yang memanggil. Mendengar itu stego dan induknya tersenyum ‘ rupanya tricera kawanmu, cepat kau lihat dia ’ suruh induk stego sambil melanjutkan makannya, stego pun beranjak dari duduknya dan menghampiri temannya itu. ‘ ah.. rupanya kau, ada apa tricera ? ’ ucap stego bertanya pada tricera.
‘ hm.. induk ku sedang pergi kehutan sebelah, ia meninggalkan surat dan mengatakan kalau ia akan pulang sangat malam dan menyuruh ku untuk menginap di rumahmu, apakah aku boleh menginap disini malam ini ? ’ tricera menjelaskan kepada stego sambil bertanya. Induk stego rupanya mendengar percakapan itu, dia pun langsung menjawab pertanyaan tricera itu, ‘ tentu saja tricera, cepat masuk kemari, kita makan bersama ’. Mendengar itu tricera dan stego melompat kecil kegirangan ‘ asik.. kau menginap berarti kita bisa bermain bersama malam ini ’ ucap stego kegirangan ‘ ayo cepat masuk, sebelum mamaku memanggil kita lagi ’ tambah stego yang menyuruh tricera masuk, mereka pun memasuki rumah stego dan menghampiri induk stego yang sedang menyiapkan satu makanan kembali untuk tricera. ‘ ayo duduk tricera, kita makan bersama ’, ucap induk stego pada tricera. Tricera pun duduk dan berkata ‘ terimakasih mama stego, kau sangat perhatian sekali ’ induk stego hanya tersenyum sambil memberikan makanan pada tricera. Ketiga dinosaurus itu pun makan malam bersama, setelah selesai makan, mereka berbincang-bincang membahas banyak hal, hingga tiba-tiba mata tricera melihat sebuah vas bunga dari akar pohon yang sangat cantik ‘ mama stego, vas bunga itu sangat cantik, apakah kau membuatnya sendiri ? ’ tanya tricera yang melihat takjub pada vas bunga itu, induk stego pun melihat ke arah vas bunga dan berkata ‘ oh.. vas bunga itu buatan stego, dia memang suka membuat kerajinan seperti itu ’ mendengar itu tricera terkejut ‘ hah? sungguh ? mengapa kau tidak pernah bilang padaku kau memiliki bakat seperti itu stego? ’ tricera melihat ke arah stego yang hanya bisa nyengir pada dirinya. Setelah selesai berbincang, mereka pun beranjak dari tempat makan induk stego membereskan tempat makan kemudian stego dan tricera mencuci alat makan yang telah mereka gunakan, ‘ stego, kau tau tidak, bahwa di hutan sebelah sedang ada perlombaan kerajinan tangan ? ’ tanya tricera pada stego. Stego kemudian berkata ‘ tidak tahu ’ Mendengar itu tricera kembali berkata ‘sungguh? perlombaan kerajinan tangan akan berakhir dua hari lagi, apa kau tidak tertarik mengikuti lomba kerajinan tangan? hasil buatanmu sangat indah stego, kalau kau ikut pasti kau menang’ ucap tricera bertanya pada stego.
Mendengar itu stego hanya berkata ‘ tidak tricera, jika aku ikut pun aku tidak akan memenangkannya, masih banyak diluar sana yang lebih bagus hasilnya dibanding milikku ’ stego berkata sambil mencuci alat alat makan itu. ‘ ish.. kau harus mencobanya stego, tidak ada salahnya kan, kalau kau mengikuti lomba, kau akan mengetahui kemampuanmu sejauh apa dan bahkan mungkin kau bisa lebih banyak belajar dari sana ’ ucap tricera kembali meyakinkan stego untuk mengikuti lomba, namun stego tetap tidak mau ‘ tidak tricera, aku takut untuk mengikuti lomba, aku takut jika hasilku tidak baik, jadi berhentilah memaksaku untuk ikut lomba’ stego berkata sambil meninggalkan tricera, triceranya pun hanya melihat kawannya yang meninggalkannya. Setelah selesai, mereka akhirnya bersiap untuk tidur, stego yang merasa sedikit kesal pada tricera, memilih untuk langsung tidur, melihat itu tricera hanya bisa diam, kemudian dia memperhatikan sekeliling tempat tidur itu, dia melihat banyak sekali kerajinan tangan yang indah hasil karya temannya, tanpa sadar ia pun ikut terlelap. Sinar matahari yang masuk lewat celah batang pohon membuat tricera dan stego terbangun, stego langsung beranjak ke air untuk membersihkan badannya, sedangkan tricera masih terdiam di tempat tidurnya, ia kemudian melihat lagi sekeliling tempat itu, dia pun mendapat sebuah ide, kemudian ia menghampiri induk stego yang sedang duduk diluar rumah ‘ mama stego, apakah aku boleh meminjam vas bunga buatan stego, aku ingin mendaftarkannya pada perlombaan kerajinan tangan, aku yakin sekali ia pasti akan memenangkan perlombaan itu, hasil karyanya sangat bagus ’, induk stego pun tersenyum ‘ boleh tricera, sangat boleh, terimakasih ya kau mau membantuku mendaftarkan stego perlombaan, mama juga sangat ingin stego mengikuti perlombaan itu, agar ia bisa mencoba sesuatu hal yang baru, ambilah sekarang sebelum stego kembali ’. Mendengar itu tricera tersenyum dan langsung berlari kedalam rumah mengambil vas bunga itu, kemudian ia berpamitan pada induk stego ‘ mama, aku pergi dulu ke hutan sebelah, untuk mendaftarkan stego ya..’ induk stego pun menjawab ‘baik tricera, kau hati-hati ya.. ’ tricera kemudian berlari menuju hutan sebelah. Lalu ia mendaftarkan karya milik stego, ia kemudian mendapat nomor peserta, ia pun kemudian pulang ke rumahnya dan hari itu ia tidak bermain dengan stego. Keesokan harinya tricera mengajak induk stego dan stego untuk kehutan sebelah, ia berkata hanya akan melihat-lihat saja, namun sebetulnya hari itu adalah hari pengumuman lomba kerajinan tangan. Mereka bertiga datang ke perlombaan itu, stego melihat-lihat hasil karya yang di jejerkan di sebuah meja, betapa terkejutnya stego mendapati vas bunga milikinya ada disitu, ia merasa kesal dan menghampiri tricera dan induknya yang sedang menyimak pengumuman pemenang, saat ia akan marah tiba-tiba panitia menyebut namanya
‘ dan pemenang lomba kerajinan tangan jatuh kepada.. Stego dengan hasil karya vas bunga. Kepada pemenang dipersilahkan untuk maju kedepan untuk penyerahan hadiah ’ induk stego dan tricera melompat senang, dan stego hanya tersenyum lebar mendengar bahwa dirinya memenangkan lomba itu ‘ mama apa kau dengar ?, nama ku disebut sebagai pemenang ’ stego berkata kegirangan, induk stego pun menjawab ‘ iya nak, mama mendengarnya selamat ya atas kemenanganmu, oh iya kau harus berterimakasih pada tricera, karena dia yang mendaftarkan dirimu pada lomba ini ’, mendengar itu stego tersenyum pada tricera dan memeluk temannya itu ‘ terimakasih kawan, kau telah membuat ku mencoba suatu hal yang baru ’ tricera hanya tersenyum dan menepuk pundak temannya ‘ cepatlah ke depan dan ambil hadiahnya ’ stego pun melepaskan pelukannya dan berjalan kedepan, suara tepuk tangan terdengar saat stego berjalan ke depan.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini