Beranda/Dongeng/Cerita Dinosaurus Protoceratops dan Triceratops | Hikmah Jangan Berbohong dan Berkatalah Jujur Apapun yang Terjadi
Sampul Cerita Dinosaurus Protoceratops dan Triceratops | Hikmah Jangan Berbohong dan Berkatalah Jujur Apapun yang TerjadiCerita Dinosaurus Protoceratops dan Triceratops | Hikmah Jangan Berbohong dan Berkatalah Jujur Apapun yang TerjadiGO-DONGENG · DONGENG
Dongeng Buku cerita bergambar

Cerita Dinosaurus Protoceratops dan Triceratops | Hikmah Jangan Berbohong dan Berkatalah Jujur Apapun yang Terjadi

Pada suatu hari protoceratops dan triceratops sedang bermain bersama dekat danau yang luas. Meski bermain bersama, mereka memainkan permainan yang berbeda, triceratops menyusun buah buah yang jatuh di tanah seperti ember...

Buka halaman cerita
Cerita dimulai

Cerita Dinosaurus Protoceratops dan Triceratops | Hikmah Jangan Berbohong dan Berkatalah Jujur Apapun yang Terjadi

Ilustrasi adegan 1 dari cerita Cerita Dinosaurus Protoceratops dan Triceratops | Hikmah Jangan Berbohong dan Berkatalah Jujur Apapun yang Terjadi

Pada suatu hari protoceratops dan triceratops sedang bermain bersama dekat danau yang luas. Meski bermain bersama, mereka memainkan permainan yang berbeda, triceratops menyusun buah buah yang jatuh di tanah seperti ember yang cukup besar, sedangkan protoceratops bermain dengan tanah, ia membentuk tanah tanah itu menjadi seperti bola dan bahkan ia membentuknya seperti ember-ember mainan miliknya. ‘apa yang kau buat tricera ?’ tanya protoceratops pada tricera yang sibuk mengumpulkan buah buah dan memasukan ke dalam ember miliknya. ‘ hm.. aku sedang membuat ember dengan menumpukkan buah buah ini’ jawab tricera yang sambil memasukkan buah buah ke dalam ember miliknya. ‘ouhh.. memang ember itu sebesar apa sih sampai kau mengumpulkan buah banyak sekali? ’ proto kembali bertanya karena merasa penasaran dengan apa yang dibuat oleh tricera kawannya. ‘ lihat lah sendiri ke arah barat darimu ’ tricera hanya menjawab itu tanpa melihat protoceratops. Protoceratops pun kemudian melihat ke arah barat dan melihat bentuk ember yang cukup besar di tanah yang terbuat dari susunan buah buah apel ‘haha.. kau serius membuat ember apel ini? ’ucap proto pada tricera sambil sedikit tertawa. Tricera yang sudah selesai mengumpulkan buah, kemudian menghampiri protoceratops yang masih melihat hasil karyanya. ‘ya serius dong, besar bukan ember apel ini? ’ ucap tricera tersenyum sambil bertanya dengan nada sombong pada kawannya proto Melihat itu proto tertawa dan berkata ‘ haha ya.. ini sungguh besar kau hebat..’ ‘lalu buah buah dalam ember itu untuk apa? kurasa ember apel ini sudah cukup besar?’ proto kembali bertanya sambil melihat buah apel yang ada dalam ember tricera. ‘ohhh.. buah buah ini akan aku taruh di dalam ember itu, tunggu disini dan lihat lah’ ucap tricera dengan semangat, ia pun kemudian melangkah memasuki ember apel itu dan menaruh buah buah yang sudah dikumpulkannya di dalam ember itu, ia menyusunnya dengan rapih, setelah dirasa cukup rapih, tricera pun menghampiri protoceratops yang masih berdiri memperhatikan dirinya sambil membawa kotak kayu miliknya yang biasa digunakan untuk menaruh ember dan mainan mainan miliknya.

Ilustrasi adegan 2 dari cerita Cerita Dinosaurus Protoceratops dan Triceratops | Hikmah Jangan Berbohong dan Berkatalah Jujur Apapun yang Terjadi

‘nah sekarang kau berdiri di atas kotak kayu ini dan lihat dari atas ember apel ku’ ucap tricera sambil menaruh kotak kayu dekat protoceratops. ‘hmm baiklah.. awas saja kalau kau menjahili ku saat aku berdiri diatas kotak ini’ ucap proto mengiyakan perkataan tricera ‘iya proto.. aku tidak akan menjahili mu, sini tanganmu akan aku bantu kau menaiki kotak ini’ tricera berkata sambil mengulurkan tangannya pada proto yang bersiap menaiki kotak itu, proto pun menggapai tangan tricera dan menaiki kotak kayu itu. Proto berhasil menaiki kotak kayu itu, ia pun berdiri dan melihat ke bawah, ia melihat ember yang terbuat dari apel itu, ia tertegun takjub melihatnya ‘wa.. keren sekali tricera ’ proto memuji ember apel itu sambil terus melihatnya ‘kau hebat sekali, ember apel itu seperti sedang diisi oleh apel apel yang berjatuhan dari atas, waww ide mu sungguh keren’ proto kembali memuji ember apel milik kawannya itu. Mendengar itu tricera hanya tersenyum melihat temannya yang masih berdiri memperhatikan ember apel miliknya dari atas kotak kayu itu. ‘haha.. jelas dong aku kan memang keren ’ ucap tricera, mendengar itu protoceratops melihat ke arah tricera yang sekarang sedang menaik turunkan bahunya berlagak so keren ‘ishh.. sebal aku memuji ember apel mu, bukan memuji mu ya hahahaha ’ proto berkata sambil tertawa melihat tingkah temannya yang masih berlagak so keren itu. ‘haha sudah hentikan tricera, itu sangat aneh hahaha’ ucap proto sambil terus tertawa, mendengar itu tricera pun ikut tertawa. ‘haha sut.. sudahh cepat turun sini, kasian kotak kayu ku kau injak lama lama’ ucap tricera sambil bercanda ‘ish..kau kan yang meminta ku naik tadi ’ ucap proto pura pura bersedih ‘haha sebel.., aku serius ayo turun dan kita pulang hari sudah hampir sore’ ucap tricera sambil mengulurkan tangannya kembali, mendengar itu protoceratops pun menganggukkan kepalanya sambil meraih tangan tricera dan turun dari atas kotak kayu itu. ‘ ayo kita pulang’ ucap tricera sambil memasukan ember miliknya ke dalam kotak kayunya ‘ayoo..’ sahut protoceratops sambil membawa ember miliknya. Mereka berdua pun pulang bersama menuju rumahnya, sepanjang jalan pulang mereka berbincang satu sama lain, tak terasa mereka sudah sampai, mereka pun berpisah dan memasuki rumahnya masing-masing. Keesokan paginya, protoceratops sedang menyiram bunga di depan rumahnya

Ilustrasi adegan 3 dari cerita Cerita Dinosaurus Protoceratops dan Triceratops | Hikmah Jangan Berbohong dan Berkatalah Jujur Apapun yang Terjadi

‘minumlah air segar ini bunga, kau harus tumbuh cantik dan sehat ya..’ucap protoceratops pada bunga-bunga yang ia sirami, saat asik menyiram bunga, tricera datang menghampirinya sambil membawa mainan yang terbuat dari kayu. ‘selamat pagi proto..’ ucap tricera pada proto yang sedang asik menyirami bunga bunganya. ‘ hallo tricera.. kau mau kemana pagi pagi begini’ sahut proto ‘pagi ini aku akan pergi ke hutan seberang bersama ibuku, aku mau berkunjung kerumah kakek ku ’ ucap tricera ‘oh begitu.. kalau begitu, hari ini kau tidak akan ikut bermain bersama teman-teman yang lain yaa ’ ucap proto kembali ‘ huft iya begitulah, tapi tidak apa, aku mau menitipkan mainan ini padamu untuk kalian mainkan bersama, apa kau mau? ’ tricera berkata sambil menunjukan mainan yang ia bawa. ‘waw.. tentu saja aku mau, ini mainan apa tricera? ’ tanya proto ‘ oke kalau begitu, sini aku ajarkan cara bermainnya ’ jawab tricera. Tricera pun mengajarkan proto cara memainkan mainan buatan miliknya ‘waw keren sekali mainan ini tricera, teman teman pasti sangat senang memainkannya’ ucap proto ‘ya semoga saja mereka senang, kalau begitu aku pulang ya sebentar lagi ibu ku akan pergi’ ucap tricera berpamitan pada kawannya. ‘ oke tricera, hati-hati ya’ jawab proto sambil melambaikan tangannya. Siang pun datang, protoceratops pergi ke lapang membawa mainan yang dititipkan tricera, ia melihat kawan-kawannya sudah menunggu, saat hendak menghampiri kawannya, proto melihat mainan yang dibawanya ‘haha maafkan aku tricera, tapi karena kau tidak ada, jadi mainan ini jadi milikku dulu ya’ proto berkata pada dirinya sendiri. Proto pun akhirnya menghampiri kawan-kawannya ‘kawan-kawan lihat lah mainan buatanku, aku membuat ini untuk kita mainkan bersama ’ ucap proto yang malah mengakui mainan itu buatan dia, proto sama sekali tidak mengatakan bahwa mainan itu buatan tricera. ‘waww keren sekali’ kawan-kawan memuji mainan itu. Mereka pun memainkan mainan itu dengan senang, mereka bermain cukup lama hingga akhirnya ada yang berkata ‘proto, ajarkan kami membuat mainan ini’ perkataan itu disambut baik oleh kawan-kawan lainnya ‘iyaa porot ajarkan kami’

Ilustrasi adegan 4 dari cerita Cerita Dinosaurus Protoceratops dan Triceratops | Hikmah Jangan Berbohong dan Berkatalah Jujur Apapun yang Terjadi

proto yang mendengar itu pun kebingungan, ia terdiam memikirkan bagaimana caranya hingga ada kawannya yang bertanya ‘ proto, bagaimana caranya? kau sungguh membuat ini sendiri kan ?’ tanya kawannya mendengar itu proto pun menunduk dan berkata ‘maaf teman-teman, sebetulnya mainan ini buatan tricera, dia menitipkannya padaku pagi tadi, maafkan aku sudah berbohong mengakui ini buatan ku, aku melakukan itu agar kalian senang bermain dengan ku’ proto mulai menangis karena merasa malu pada teman-temannya, melihat itu teman-temannya memeluknya dan berkata ‘tidak apa proto, terimakasih kau sudah mau berkata jujur ya, kami senang ko bermain dengan mu, jadi kau tak perlu berbohong lagi ya..’ mendengar itu proto pun mengangguk dan tersenyum ‘terimakasih teman-teman’ mereka pun akhirnya bermain dan bersenang-senang bersama kembali.

Ilustrasi adegan 5 dari cerita Cerita Dinosaurus Protoceratops dan Triceratops | Hikmah Jangan Berbohong dan Berkatalah Jujur Apapun yang Terjadi
✦

Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.

Ruang berbagi

Pesan untuk cerita ini