Cerita Dinosaurus Protoceratops Kecil yang Malang | Hikmah Jangan Pernah Patah Semangat Dalam Kondisi Apapun dan Jangan Takut Untuk Melakukan Hal-Hal Baik
Pada suatu hari di dalam hutan, hiduplah seekor dinosaurus bernama protoceratops, protoceratops ini tinggal sendirian tanpa induknya, ia terpisah dengan induknya saat perjalan migrasi dari sebuah bukit menuju hutan, meski ia tinggal sendirian, protoceratops merupakan hewan yang sangat rajin, ia bahkan membuat rumah tinggalnya sendiri dari batang batang pohon yang disusun dengan rapi. Protoceratops ini tidak memiliki banyak teman karena ia tidak memiliki waktu bermain yang banyak, Setiap hari ia selalu bangun di pagi hari dan ia harus mengelilingi hutan untuk mencari bahan makanan untuk dirinya bertahan hidup. Seperti sore ini protoceratops sedang berjalan berkeliling hutan untuk mencari makanan, matahari yang sudah mulai bergerak menuju tempat terbenamnya, membuat hutan menjadi sedikit gelap karena pencahayaan yang dimiliki hutan adalah sinar matahari. ‘ aduh.. hari sudah mulai gelap tapi aku belum mendapat makanan yang cukup untuk esok hari dan persediaan untuk musim hujan nanti ’ protoceratops berbicara sendiri, ia melihat ke kanan dan kiri berharap dapat menemukan makanan untuk dapat ia bawa pulang. Ia berpapasan dengan induk-induk dari dinosaurus lain, mereka berjalan pulang sambil membawa kantong yang berisi makanan-makanan hasil pencarian mereka, melihat itu protoceratops menghentikan langkahnya, ia merasa sedih karena harus mencari makan sendiri tidak seperti hewan yang lain ‘ andai saja dulu aku tidak berpisah dengan ibuku, mungkin sekarang aku tidak akan kesulitan seperti ini ’ ucap protoceratops pelan, tanpa ia sadari, air matanya menetes setelah ia berkata itu dan tetap memandangi kawanan induk dinosaurus itu berjalan pulang. Tiba-tiba ada seekor induk dinosaurus yang menghampirinya ‘ hallo nak, ada apa? kau terlihat begitu sedih ’ ucap induk itu pada protoceratops menyadari hal itu, ia buru-buru menyeka air matanya dan kembali tersenyum ‘ ah tidak, aku hanya merindukan ibuku saat melihat kalian berjalan bersama ’ protoceratops berkata dengan nada yang sedikit sedih Mendengar itu induk dinosaurus itu pun tersenyum dan mengelus pundak protoceratops ‘ begitu rupanya nak, tidak apa kau harus kuat ya, jangan bersedih aku yakin kau bisa melewati ini ’ ucap induk itu menenangkan protoceratops Protoceratops hanya tersenyum karena ia merasa sangat senang akhirnya ada induk yang mengelus bahunya walaupun itu bukan induk kandungnya.
‘ Ini, aku mendapat sedikit makanan lebih tadi, bawalah kurasa ini cukup untuk makan mu besok hari ’ induk itu kemudian mengeluarkan satu ikat sayuran segar dari kantong makanannya ‘ tidak usah bu, aku bisa mencarinya sendiri, tidak apa ’ ucap proto sambil menggelengkan kepalanya menolak pemberian itu. ‘ hari sudah mulai gelap na, dan kulihat kantong makananmu masih sedikit, kau mau mencari kemana lagi ? ’ induk itu berkata sambil melihat ke arah protoceratops yang tertunduk melihat kantong makanannya ‘ nak, ambillah ini, kau bisa mencari lagi makanan esok hari ’ ucap induk itu sambil menyodorkan satu ikat sayuran pada protoceratops Protoceratops pun melihat sayuran itu dan memandang induk baik itu ‘ apa kau sungguh memberikan aku sayuran sebanyak ini ? ’ ucap protoceratops memastikan pemberian itu ‘ tentu saja, aku sudah memiliki stok makanan yang cukup untukku dan anakku, jadi cepat ambillah dan pulang sebelum hari menjadi semakin gelap ’ induk itu berkata dengan penuh kelembutan. Protoceratops pun mengambil pemberian itu ‘ Terimakasih.. terimakasih sekali.. kau sungguh baik ’ proto berterimakasih hingga membungkukkan badannya ‘ iya nak, sudah sudah tidak perlu seperti itu, sekarang pulanglah ke rumahmu ’ induk itu berkata sambil kembali memegang pundak protoceratops. Protoceratops pun tersenyum haru melihat induk baik itu ‘ kalau begitu aku duluan ya, kau hati-hati saat pulang ’ induk itu berkata dan berlalu pergi meninggalkan protoceratops. Protoceratops hanya tersenyum melihat induk itu pergi meninggalkannya ‘ aku akan mengingatmu, terimakasih atas sayuran ini ’ ucap protoceratops sambil melihat ke sayuran yang ia pegang dan memasukkannya ke dalam kantong makanannya. Ia pun berjalan pulang menuju rumahnya, ia merasa sangat senang karena hari ini ia bertemu dengan seekor induk dinosaurus yang sangat baik padanya, dan juga ia dapat pulang dengan membawa makanan lezat yang cukup banyak. ‘ ah akhirnya sampai juga ’ protoceratops berucap sambil menaruh kantong makanannya di meja rumahnya Ia pun membereskan makanan yang dia dapat ke tempat penyimpanan makanan, kemudian ia pun membersihkan rumahnya sedikit dan duduk beristirahat.
‘ ah hari ini terasa melelahkan sekali ’ ucap proto sambil merebahkan dirinya, ia pun terlelap dalam tidurnya karena sangat kelelahan. Keesokan paginya, matahari menyelinap masuk menyinari mukanya melalui celah kecil rumahnya, protoceratops terbangun dan menyadari hari sudah pagi ‘ hm.. rupanya sudah pagi..’ ‘ sepertinya aku sangat kelelahan hingga aku tidak sadar kemarin malam aku tertidur di kursi ini’ Protoceratops pun kemudian beranjak dari tempat itu dan bersiap untuk memulai aktivitas, ia kemudian membawa kantong makanannya dan keluar rumah berjalan menuju sungai untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Saat perjalanan menuju sungai ia melihat seekor triceratops tua berjalan membawa beberapa buah kelapa di punggungnya, melihat itu protoceratops merasa kasihan, ia pun menghampiri triceratops tua itu. ‘ wahai tricera tua, bolehkah aku membantumu membawa buah kelapa itu ? aku akan mengantarkan buah kelapa itu ke rumahmu dengan baik’ ucap proto menawarkan bantuan pada triceratops tua. ‘ wa anak muda.. terimakasih banyak, boleh sekali anak muda, tapi apa kau tidak keberatan melakukan itu ? ’ ucap triceratops tua dengan senang karena ada yang mau membantunya ‘ tentu saja aku tidak keberatan, sini biar aku yang membawa buah kelapa itu, kau berjalanlah di depanku dan tunjukkan jalan menuju rumahmu’ ucap proto sambil memindahkan buah kelapa dari punggung tricera tua ke dalam kantong makanannya dan punggungnya. Setelah selesai, mereka pun berjalan bersama menuju rumah milik tricera. Di tengah perjalan, mereka bertemu dengan teman-teman protoceratops, mereka menertawakan protoceratops yang berjalan dengan tricera tua sambil membawa buah kelapa ‘ haha lihat kawan-kawan, kasihan sekali proto itu, sekarang ia harus membantu orang tua supaya mendapat makanan hahaha’ ucap salah satu dinosaurus kecil itu yang disambut gelak tawa dinosaurus kecil yang lain. Mendengar itu tricera tua merasa kesal, namun protoceratops menahannya untuk mengomeli dinosaurus kecil itu ‘ tidak apa, kita lanjutkan saja perjalanan ini, mereka memang sudah biasa seperti itu ’ ucap protoceratops sambil berjalan mendahului tricera, ia merasa sangat sedih karena perkataan teman-temannya itu. Melihat itu tricera tua merasa iba pada protoceratops, ia pun kemudian bertanya pada protoceratops mengapa kawan-kawannya berkata seperti itu, akhirnya protoceratops pun menceritakan kisah hidupnya pada tricera tua selama perjalanan menuju rumahnya, tricera tua mendengarkan kisah proto dengan sangat serius, hingga tak terasa mereka telah sampai rumah milik tricera tua.
Protoceratops tertegun melihat luasnya halaman rumah tricera yang ditumbuhi pohon-pohon buah dan sayur mayur. ‘ wa ini sungguh besar, kau pasti tidak pernah khawatir kekurangan makanan ’ ucap proto sambil melihat sekelilingnya Tricera tua hanya tersenyum melihat tingkah protoceratops ‘ karena sudah sampai, sekarang aku harus segera kembali ke dalam hutan untuk mencari makanan seperti kataku saat di perjalanan, aku pamit tricera tua ’ ucap proto seraya pamit meninggalkan tricera, melihat itu tricera pun berkata ‘ Hei proto kecil yang baik, datanglah kesini setiap hari, kau harus membantuku menanam sayur dan kau boleh membawa sayuran juga buah-buahan ku untuk makananmu dirumah ’ ucap tricera Mendengar itu, proto pun berbalik dan berkata ‘ apa kau serius ? ’ tanya proto dengan riang ‘ ya aku serius, kemarilah kau tak perlu lagi susah-susah mencari makanan, kau sangat baik jadi biarkan aku menggantikan indukmu untuk menjagamu ’ ucap tricera tua tersenyum pada proto. Protoceratops pun menghampiri tricera tua dan memeluknya ‘ terimakasih sekali.. aku sangat senang ’ protoceratops berkata sambil menangis bahagia karena pada akhirnya ia dapat merasakan memiliki induk dan teman untuk menemani hari-harinya
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini