Beranda/Dongeng/Rumah Hantu Yang Menyeramkan | Hikmah Segala sesuatu yang terlihat menyeramkan bukan berarti buruk
Sampul Rumah Hantu Yang Menyeramkan | Hikmah Segala sesuatu yang terlihat menyeramkan bukan berarti burukRumah Hantu Yang Menyeramkan | Hikmah Segala sesuatu yang terlihat menyeramkan bukan berarti burukGO-DONGENG · DONGENG
Dongeng Buku cerita bergambar

Rumah Hantu Yang Menyeramkan | Hikmah Segala sesuatu yang terlihat menyeramkan bukan berarti buruk

Di suatu hari Kucing kecil dan Kelinci kecil sedang bermain mengelilingi perkotaan di sore hari, di sebuah persimpangan mereka tidak sengaja melewati rumah tua yang menyeramkan, rumah tua itu memiliki pekarangan rumah ya...

Buka halaman cerita
Cerita dimulai

Rumah Hantu Yang Menyeramkan | Hikmah Segala sesuatu yang terlihat menyeramkan bukan berarti buruk

Ilustrasi adegan 1 dari cerita Rumah Hantu Yang Menyeramkan | Hikmah Segala sesuatu yang terlihat menyeramkan bukan berarti buruk

Di suatu hari Kucing kecil dan Kelinci kecil sedang bermain mengelilingi perkotaan di sore hari, di sebuah persimpangan mereka tidak sengaja melewati rumah tua yang menyeramkan, rumah tua itu memiliki pekarangan rumah yang tidak terawat, sudah ditumbuhi rumput liar yang tinggi, dan disana terdapat pohon besar yang menambah suasana mencekam pada rumah tua itu. ‘Hei kucing, lihatlah rumah tua ini, sangat menyeramkan bukan?’ ucap kelinci menunjuk ke arah rumah tua yang menyeramkan. ‘Iya ih, serem banget , mendingan kita cepat pergi dari tempat ini, aku agak merinding diem di depan rumah ini’ balas kucing menarik kelinci untuk segera pergi. Keesokan harinya, mereka berniat untuk bermain sepak bola bersama karena saat sedang berjalan sore kemarin, mereka menemui lapang sepak bola. Setibanya di lapang sepak bola, mereka baru menyadari bahwa letak lapang sepak bola itu berseberangan dengan rumah tua yang kemarin mereka lewati ‘Kelinci, lihat! itukan rumah tua yang kemarin, kamu yakin kita mau main bola disini ?’ ucap kucing ‘Memangnya kenapa kucing ? kan kita ada di seberang rumah itu, ga akan kenapa-kenapa kok, lagian kita kan cuma mau main bola disini’ balas kelinci ‘Oiya bener juga ya, ayo deh kita lanjut main bola aja’ ucap kucing Saat mereka sedang asyik bermain sepak bola, kucing menendang bola terlalu keras hingga bola terpental ke salah satu kaca rumah tua yang ada di seberang, kaca pun pecah dan bola milik mereka masuk ke dalam rumah tua itu. ‘Praaanggggg’ Pecahan suara kaca ‘Aaahh aku nendangnya terlalu kencang!’ ucap kucing yang terlihat panik ‘Bagaimana ini kucing, aku bakal di marahin kalau bola itu hilang’ balas kelinci ‘Ma.. maafkan aku kelinci, aku tidak sengaja menendang bolanya terlalu kencang’ ucap kucing ‘Iya tidak apa, kita harus cari cara gimana cara ambil bola dari rumah tua itu’ ucap kelinci ‘Ta.. ta.. tapi rumah itu menyeramkan , aku tidak berani mengambilnya’ ucap kucing ketakutan

Ilustrasi adegan 2 dari cerita Rumah Hantu Yang Menyeramkan | Hikmah Segala sesuatu yang terlihat menyeramkan bukan berarti buruk

‘Bagaimana kalau kita pulang dulu dan membawa senter, seengganya kita punya penerangan disana, jadi engga terlalu serem’ ucap kelinci ‘Ya itu ide bagus, ayo pergi kerumahku, kita ambil senter’ ucap kucing Setelah mereka membawa senter, Kucing dan Kelinci tiba di depan rumah tua yang menyeramkan, terdengar suara-suara aneh dari dalam rumah tua yang menyeramkan itu, Kucing dan Kelinci mulai mendekati pagar rumah tua yang besar dan kusam, sesampainya mereka di depan pagar rumah tua itu, mereka dikejutkan oleh tikus yang tiba-tiba meloncat ke hadapan mereka berdua, Kucing dan Kelinci memejamkan mata dan berteriak karena terkejut. ‘Haa.. haa.. hantuu, tolong maafkan kami hantu’ teriak kucing ‘ Hey aku bukan hantu, buka mata kalian’ ucap tikus ‘Eh iya, maafkan kami tikus’ ucap kelinci ‘Mau apa kalian kesini ?’ ucap tikus ‘Kami berdua mau ngambil bola kami yang ada di dalam rumah ini’ balas kelinci ‘Kalian jangan berani-berani masuk ke rumah ini, rumah ini berhantu! hahaha’ ucap tikus sambil tertawa ‘tuhkan apa yang aku bilang benar, rumah ini berhantu, lebih baik kita pulang saja kelinci’ ucap kucing mengajak kelinci untuk pulang ‘ahh yasudahlah kita pulang saja’ ucap kelinci ‘Heii kalian berdua, aku bisa nemenin kalian masuk ke dalam buat ngambil bola kalian berdua’ ucap tikus ‘Apa itu benar tikus?’ ucap kelinci ‘Ya tentu aja, tapi ada syaratnya’ balas tikus ‘Memang syaratnya apa tikus? ‘ucap kelinci ‘Sebelum masuk ke dalam, kalian harus bawakan aku keju yang segar’ ucap tikus ‘Baiklah kami besok akan kesini lagi dan membawa keju untuk kamu, tapi kamu janji ya buat temenin kami masuk ke dalam rumah tua ini’ ucap kelinci Kelinci dan Kucing menyetujui persyaratan yang diberikan oleh tikus untuk membawa keju segar esok hari dan mereka pun beranjak pergi dari rumah tua yang menyeramkan itu. Keesokan harinya, Kucing dan Kelinci kembali dengan membawa dua potong keju segar untuk tikus. ‘Tikus, aku sudah membawa keju segar sesuai dengan syarat kita kemarin’ Ucap kelinci ‘Baiklah, kemarikan keju itu’ ucap tikus

Ilustrasi adegan 3 dari cerita Rumah Hantu Yang Menyeramkan | Hikmah Segala sesuatu yang terlihat menyeramkan bukan berarti buruk

Setelah memberikan keju kepada tikus, mereka bertiga pun mulai masuk ke dalam pekarangan rumah tua menyeramkan yang tidak berpenghuni itu, Tikus berada di paling depan menuntun Kucing dan Kelinci yang ketakutan. Saat berada di depan pintu rumah tua tikus berhenti dan kembali meminta keju kepada Kucing dan Kelinci. ‘Aku hanya bisa mengantar kalian sampai kesini’ ucap tikus ‘Loh kan kamu janji untuk nganterin kita buat ngambil bola kami, kamu berbohong ya tikus’ ucap kucing sedikit kesal ‘Aku bisa saja mengantarkan kalian ke dalam sana, tapi kalian harus menambah jatah keju kepada ku. Gimana, kalian mau ?’ ucap tikus ‘Huh, lagi lagi soal keju, baiklah aku setuju, setelah kita mengambil bola itu, kami akan bawakan keju lagi untuk kamu’ balas kelinci Setelah setuju membawakan keju untuk tikus, tikus secara perlahan membuka pintu rumah tua yang sudah rapuh. Saat di dalam rumah tua itu, Kelinci melihat bolanya berada di pojokan rumah tua itu, namun saat akan mengambil bola itu, terdengar suara burung yang menyeramkan dari atas rumah tua itu, mereka ketakutan mendengarnya dan saling menutupi dirinya masing-masing, tidak hanya kucing dan kelinci yang ketakutan, tikus ikut ketakutan mendengar suara itu. ‘Aduh bagaimana ini ? itu hantu penunggu rumah tua ini’ ucap tikus teriak ketakutan ‘Aaakkkk, Aaaakkkk, Aaaakkk’ suara burung misterius itu perlahan mendekati mereka bertiga

Ilustrasi adegan 4 dari cerita Rumah Hantu Yang Menyeramkan | Hikmah Segala sesuatu yang terlihat menyeramkan bukan berarti buruk

‘Tolong!, suara itu mulai mendekat , aku sudah tidak tahan’ teriak kucing ‘Tolong!’ teriak mereka bertiga ketakutan ‘Hey, kalian jangan takut sama aku, aku ga akan nakutin kalian kok’ ucap burung hantu yang berusaha menenangkan tikus,kucing dan kelinci ‘Maafkan kami burung hantu, kami hanya ingin mengambil bola milik kami yang kami tidak sengaja menendangnya terlalu keras hingga masuk ke dalam rumah ini’ ucap kucing ‘Ooh bola yang itu, sebentar aku ambilkan’ ucap burung hantu Burung hantu mengambil bola yang berada di pojokan dan memberikannya kepada Kelinci. Tikus, Kucing dan Kelinci tersadar bahwa burung hantu ternyata tidak berniat menakuti mereka bertiga. ‘Ta.. Tapi, maafkan kami soal kaca yang kami pecahkan kemarin, kami tidak sengaja menendang bolanya terlalu keras’ Ucap kucing ‘Tidak apa, aku akan memperbaiki itu, Apakah aku boleh ikut kalian bermain bola? sejak kemarin aku melihat kalian dari sini sedang asyik bermain bola’ ucap burung hantu ‘Tentu saja , ayo kita bermain bersama-sama’ Balas Kelinci ‘Apakah aku juga boleh ikut bermain bersama kalian?’ ucap tikus ‘Tentu saja, ayo kita kelapangan!’ ucap kucing Akhirnya mereka bermain sepak bola bersama.

Ilustrasi adegan 5 dari cerita Rumah Hantu Yang Menyeramkan | Hikmah Segala sesuatu yang terlihat menyeramkan bukan berarti buruk
✦

Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.

Ruang berbagi

Pesan untuk cerita ini