Cerita Dinosaurus Tyrannosaurus yang Sabar | Hikmah Bersabarlah Dalam Menghadapi Ujian
Suatu hari di dekat sebuah sungai, terdapat rumah sebuah gua yang ditempati oleh tyrannosaurus, ia tinggal di dalam sebuah gua karena tidak ada hewan yang hutan yang mau berteman dengannya bahkan ia tidak diijinkan untuk membuat rumah di dalam hutan. Hewan-hewan itu takut jika tyrannosaurus akan memakan mereka saat mereka lengah, padahal tyrannosaurus sama sekali tidak akan memakan dinosaurus lain. Siang itu, tyrannosaurus sedang berdiam di depan gua, ia memandangi sungai dengan aliran air yang deras, suara aliran itu terdengar begitu jelas dan membuatnya merasa tenang, ia pun tertidur di karena menikmati suara aliran dan hawa sejuk dari sungai itu, tiba-tiba rintikan air hujan mengenai wajahnya, ia pun terbangun dari tidurnya. ‘ah hujan, aku harus segera masuk ke dalam gua ’ ucap tyranno sambil berdiri dan beranjak masuk ke dalam gua. Ia pun memandangi sungai yang kini terkena air hujan dari dalam gua ‘ semoga saja hujan ini tidak besar agar hilir sungai tidak begitu dalam dan aku bisa mencari ikan di sana ’ ucap tyrannosaurus sambil duduk kembali. Setelah beberapa saat hujan semakin deras, hal itu membuat hawa semakin dingin membuat tyrannosaurus merasa kedinginan. ‘ aduh.. udara mulai dingin aku harus lebih masuk kedalam gua ini ’ tyrannosaurus berkata sambil memundurkan badannya agar lebih masuk ke dalam gua. Karena cahaya matahari tidak ada, membuat gua itu semakin gelap, tyrannosaurus pun tidak dapat lagi memandangi sungai ‘ ah disini mulai semakin gelap, tapi tidak apa daripada aku kedinginan lebih baik aku disini saja ’ tyranno berkata sambil membenarkan posisi duduknya. Setelah beberapa saat tyranno pun kembali tertidur, udara yang dingin dan gua yang gelap membuatnya tertidur dengan pulas, namun tiba-tiba air sungai memasuki gua tempat tinggal milik tyranno. Rupanya hujan deras membuat air sungai meluap, tyranno yang merasakan air di kaki-kakinya pun terbangun dari tidurnya ‘ astaga.. ada air disini ’ ucap tyranno terkejut merasakan air di kakinya. Ia pun kemudian bangkit dan berjalan keluar untuk melihat kondisi sekitarnya, betapa terkejutnya ia karena melihat air sungai yang sudah meluap memasuki gua itu dengan deras ‘ ah tidak.. air sungai ini masuk dengan deras dan hujan belum mereda pasti sungai akan sangat banjir malam ini, aku harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum jalan menuju hutan tertutup air sungai ’ ucap tyranno panik.
Ia pun kemudian berjalan menuju arah hutan melewati air sungai yang mulai dalam, ia melewati sungai itu dengan hati-hati hingga akhirnya ia sampai ke dalam hutan yang lebih tinggi dari sungai itu. ‘ ah.. akhirnya aku berhasil melewati sungai itu’ ucap tyranno lega berhasil menyebrangi sungai. ‘ kurasa malam ini, aku harus tidur di hutan ini sampai hujan reda dan sungai tidak meluap lagi ’ tyranno kembali berkata sendiri. Tyranno pun kemudian terdiam dan berpikir sejenak apa yang harus ia lakukan, kemudian ia pun mendapat sebuah ide ‘ aha.. sekarang sebaiknya aku membangun tempat kecil agar tidak kehujanan ’ ucap tyranno mendapat sebuah ide apa yang harus dilakukannya. Ia pun kemudian mengumpulkan batang-batang pohon juga mencari dedaunan dengan lebar daun yang luas agar bisa dijadikan atap untuk melindunginya dari air hujan. ‘ nah.. sepertinya sudah cukup, sekarang waktunya membuat rumah kecil untuk berteduh ’ ucap tyranno pada dirinya sendiri Kemudian ia pun menyusun batang-batang pohon membentuk kotak dan dijadikan sebagai tiang-tiang penyangga, kemudian ia menaruh dedaunan di atas nya membentuk seperti atap rumah. ‘ nah.. selesai.. tidak besar tetapi kurasa ini bisa aku jadikan tempat berteduh sementara ’ tyranno merasa senang melihat rumah batang pohonnya selesai ia buat. Tyranno pun masuk kedalam rumah kecil itu dan duduk disana ‘ lumayan juga, aku tidak kehujanan sama sekali ’ ucap tyranno sambil melihat daun-daun yang ditaruh diatas menjadi sebuah atap. ‘ semoga hujan ini cepat reda agar rumah batang kayu ini dapat bertahan ’ harap tyranno. Tyranno pun akhirnya kembali terdiam dan melihat ke arah sungai, tiba-tiba sebuah batang pohon rumahnya terjatuh dan membuat ambruk tempat berteduhnya, tyranno yang sedang duduk pun tertimpa batang-batang dan dedaunan. Kini ia pun menjadi kesal dan marah. ‘ ah!!! kenapa si, aku harus begini tidak memiliki teman, rumah gua ku kebanjiran dan sekarang tempat berteduh ku pun runtuh ’ ucap tyranno dengan kesal. Ia pun menyingkirkan batang-batang pohon dan daun dari tubuhnya kemudian berdiri ‘ jika begini terus lebih baik aku mati saja ’ tyranno berteriak karena sudah tak tahan lagi akan nasib hidupnya. Ia pun kemudian berjalan ke arah atas menuju hulu sungai diatas sana sambil menangis
‘ hiks..hiks ’ terdengar suara tangisan tyrannosaurus sambil berjalan dibawah hujan ‘ aku sudah lelah hidup seperti ini, tidak memiliki satu teman pun, bahkan tempat tinggal pun tidak punya hiks..’ ucap tyranno sambil terus menangis. Ia terus berjalan menuju hulu sungai, jalan yang semakin menanjak membuat tyrannosaurus berhenti menangis dan mulai memperhatikan langkahnya. ‘ hah.. aku harus berhenti menangis, jalanan ini sudah mulai menanjak, aku harus hati-hati agar tidak terjatuh ’ tyranno berkata sambil memperhatikan langkahnya. Hujan pun mulai berhenti, tapi tyrannosaurus terus berjalan menuju hilir, hingga tiba-tiba ia melihat ke seberang hulu sungai, ia melihat ada sekawan tyrannosaurus rex sedang duduk di atas gua dekat hulu sungai itu ‘ hah? apa aku tidak salah lihat? ’ ucap tyranno sambil membersihkan matanya dari tetesan air hujan. Rupanya tyrannosaurus tidak salah lihat, itu memang benar sekawan tyrannosaurus rex duduk seperti sedang beristirahat. Tyranno itu pun memberanikan diri untuk menyebrangi hulu sungai yang airnya cukup dalam karena hujan deras. Tyranno menyebrangi hulu dengan penuh semangat, dan rupanya hal itu dilihat oleh kawanan tyrannosaurus itu, mereka pun memutuskan untuk membantu tyranno yang sedang menyebrangi hulu itu dengan memberikan tongkat kayu yang cukup panjang pada tyranno. ‘ hai kawan, peganglah ini, kami akan membantumu menyebrangi itu dengan selamat ’ ucap salah satu tyrannosaurus rex itu
Tyranno pun memang kayu itu dan berjalan kembali melewati hulu sungai dengan selamat ‘ ah.. sampai, terimakasih kawan sudah membantu ku’ ucap tyranno pada kawanan tyrannosaurus rex itu ‘ tentu saja kawan, oh iya apa kau sendirian ? ’ tanya salah satu tyrannosaurus rex Mendengar itu tyranno langsung menjawab dengan mengangguk-anggukan kepalanya ‘ iya kawan, benar aku sendirian, aku melewati hulu sungai ini karena melihat kalian sedang berkumpul ’ ucap tyranno dengan semangat. ‘ nah.. kalau begitu, kau bergabung saja dengan kami, kami akan melakukan perjalan ke hutan sebelah untuk mencari tempat tinggal karena ku dengar hutan itu masih kosong, apakah kau mau ? ’ ajak tyrannosaurus rex Dengan sangat semangat tyranno pun menjawab ‘ ya.. tentu saja aku sangat mau ’ ‘ baiklah kalau begitu, kau beristirahat sejenak dan kita akan mulai berjalan kehutan sebelah ’ ucap tyrannosaurus rex kembali. Tyranno hanya menjawab ‘ baik kawan terimakasih ’ dengan semangat. Ia akhirnya tersenyum lega karena akhirnya menemukan kawanan baru dan tidak sendirian lagi.
Terima kasih sudah membaca bersama Go-Dongeng.
Pesan untuk cerita ini