Cerita fiksi belajar bersabar dari sikap lili part1.jpg

Dongeng Sebelum Tidur Lili dan Lilin Kecil|belajar bersabar dari sikap lili

"/>
Cerita Fiksi Sikap Setia Kawan dan Kebersamaan Antar Teman part1.jpg
SHARE THIS POST

Download Aplikasi Ngedongeng di



Cerita Fabel Anak Sikap Setia Kawan


Di sekitar hulu sungai Deli, terdapat sebuah rawa kecil yang menjadi tempat tinggal seekor ular yang bernama Muaro. Muaro dikenal sebagai ular yang pemalas karena ia selalu menghabiskan waktunya untuk tidur sepanjang hari. Ia tak pernah berniat mencari makanan yang banyak seperti teman-teman lainnya. Ia hanya menikmati waktu tidurnya tanpa memikirkan tubuhnya yang semakin besar. Suatu hari ketika musim kemarau tiba, ia menemukan sebuah kotak pensil berbahan kayu jati. Baru saja ia ingin tidur, ia menemukan kotak pensil tersebut bermuara ke rumahnya.

Kali ini ia lebih tertarik dengan kotak pensil tersebut daripada waktu tidurnya. Ia pun berusaha membuka kotak pensil tersebut dengan giginya yang tajam dan traaakk... kotak tersebut justru terbuka dengan patah di bagian ujungnya. Didalam kotak pensil tersebut terdapat bermacam-macam pensil dengan tulisan yang berbeda di tiap batang pensil. Karena selalu bolos ke sekolah, ia tak bisa membaca huruf yang ada di setiap batang pensil tersebut. Muaro menjadi kesal hingga memutuskan untuk membawa kotak pensil tersebut ke rumah bu Pitan. “Apa ya maksud tulisan di pensil ini? Aku jadi penasaran.” Gumam Muaro. Hatinya terus-menerus bertanya hingga ia berjalan menuju ke rumah bu Pitan.

Bu pitan sudah terkenal sebagai seorang guru terpintar di sekolah hewan reptil. Ia tak hanya mengajarkan berhitung namun juga mengajarkan pelajaran bahasa dan IPA. Bu pitan selalu memberi nasihat kepada muridnya tentang kebaikan dan pentingnya belajar. Namun Muaro selalu bolos ke sekolah dan memutuskan untuk tidur di rumah.

“Permisi bu, apa ada orang didalam?” sapa Muaro didepan rumah bu Pitan.

Ya, tunggu sebentar. Siapa disana?” sahut bu Pitan.

“Saya bu, Muaro.” Jawab Muaro.

Mendengar suara Muaro, bu Pitan pun langsung membuka pintu dan mempersilakan masuk Muaro.

“Ada apa datang ke rumah ibu, Muaro? Tanya bu Pitan kepada Muaro.

“Saya ingin bertanya soal tulisan di pensil ini bu. Saya tidak mengerti apa artinya,” jawab Muaro lalu memberikan pensil kepada bu Pitan

Bu pitan melihat tulisan itu dengan hati-hati. Ia mulai membaca satu per satu rangkaian huruf yang ada di batang pensil tersebut.

Tampak huruf di salah satu pensil bertulis huruf R, lalu kemudian huruf A kemudian huruf J, di pensil selanjutnya ada huruf I dan N. Melihat huruf-huruf tersebut bu Pitan tersenyum kecil dan berusaha merangkai hurufnya menjadi kata R A J I N.

“Nah coba lihat ini, nak. Tiap pensil terdiri dari satu huruf. Muaro seharusnya merangkai hurufnya terlebih dahulu karena jika tidak dirangkai kita tidak akan tahu apa maksudnya,” ujar bu Pitan kepada Muaro.

Cerita Fiksi Sikap Setia Kawan dan Kebersamaan Antar Teman part1.jpg

Download Aplikasi Ngedongeng di



Cerita Fabel Muaro dan teka teki Pensil


"Oh begitu ya bu. Hehehe. Muaro tidak mengerti bagaimana cara membacanya bu.” Jawab Muaro.

“Nah itulah pentingnya bisa membaca. Ketika kita menemukan hal seperti ini kita jadi tahu seperti apa maksudnya. Mulai sekarang jangan malas membaca ya Muaro.” Kata bu Pitan lalu tersenyum.

“Baik bu. Oh ya bu, maksud dari kata ini apa dong?” tanya Muaro dengan rasa penasaran.

“Hmm, ibu juga tidak tahu pasti Muaro. Tulisan ini bacaannya “rajin”. Kamu menemukan kotak pensil ini dimana?” tanya bu Pitan kepada Muaro.

“Di ujung rumah saya bu. Kotak pensil ini mengapung di dekat aliran air rumah saya. Saya tidak tahu ini milik siapa bu tapi karena penasaran saya membuka isinya.” Ujar Muaro dengan jelas.

Cerita Fiksi Sikap Setia Kawan dan Kebersamaan Antar Teman part3.jpg

Cerita Fabel Anak Pentingnya Kebersamaan


“Oh jadi ini barang temuan ya? Wah sepertinya kamu dalam bahaya Muaro. Seseorang akan mencarimu setelah ini. Biasanya kalau orang kehilangan suatu benda ia akan pergi mencarinya,” tukas bu Pitan.

“Benarkah? Wah saya jadi takut bu. Saya khawatir kotak pensil ini membawa petaka buat saya. Saya buang saja lah,” kata Muaro dengan cemas.

“Kamu tidak perlu setakut itu Muaro. Kamu jelaskan saja nanti kepada pemiliknya bahwa kamu menemukannya di ujung aliran sungai. Kita harus bersikap jujur dan berani. Kalau tidak melakukan kesalahan, beranilah mengutarakan kebenarannya,” kata bu Pitan menasehati.

“Hm..ibu benar. Yasudah bu aku tidak akan membuangnya. Aku meletakkannya di depan rumahku saja. Mungkin saja setelah ini pemiliknya sedang mencari-cari kotak pensil ini disekitar rumah Muaro,” jawab Muaro.

“Ya, kamu benar. Sudah cepat pulang sana. Ibu doakan semoga pemiliknya segera menemukan kotak pensil itu ya,” ujar bu Pitan lalu mengantar Muaro ke depan pintu rumahnya. Setelah pulang dari rumah bu pitan, Muaro merasa tidak tenang. Ia gelisah dan cemas ketika ia memandangi kotak pensil yang ia temukan. Ia juga masih penasaran dengan maksud kata “rajin” yang terangkai di batang pensil tersebut. Dalam hati ia berkata, “Apa yang akan ku lakukan bial pemiliknya menganggapku pencuri? Aku sungguh takut.”

Cerita Fiksi Sikap Setia Kawan dan Kebersamaan Antar Teman part4.jpg

Download Aplikasi Ngedongeng di



Cerita Fabel Anak Memberi Pesan Mendidik Tanpa Hardik


Ketika sampai diujung rumah Muaro, mata Muaro tertuju pada sebuah perahu kecil yang bermuara tepat di depan rumahnya. Tanpa berfikir apa pun, Muaro langsung datang menghampiri lalu mendekati rumahnya dan berteriak,

“Hei apa yang telah kalian lakukan disini? Cepat tinggalkan tempat ini atau aku akan memakan kalian semua.” Tak lama kemudian, keluarlah dua orang anak laki-laki sambil memegang tombak dan sebuah buku. Melihat tombak yang runcing, Muaro berfikir mereka akan membunuhnya.

“Wah jadi kamu yang tinggal disini ya, ular. Aku tidak bermaksud mengganggu tempat tinggalmu. Aku hanya ingin mencari kotak pensilku yang terbawa arus kemarin. Apakah kamu melihatnya?” tanya si anak kepada Muaro.

“Mendengar penjelasan si anak, Muaro segera mengeluarkan kotak pensil tersebut dari mulutnya.

“Apakah ini yang kalian cari? Pulanglah cepat sebelum nafsu laparku bangkit dan aku akan memakan kalian berdua,” kata Muaro kepada si anak.

“Wah terima kasih ular. Kamu ular yang baik. Aku hampir putus asa mencari pensil terakhir karena di setiap batang pensil ini adalah kata kunci dari teka-teki yang diberikan oleh guru kami. “ jawab si anak dengan jelas.

Dengan rasa penasaran, Muaro pun bertanya kembali dengan si anak,

“Memangnya apa kata yang sudah kalian kumpulkan? Aku tidak mengerti,” tukas Muaro dengan wajah bingung.

“Kami sudah menemukan rangkaian hurufnya, “belajar maka kau berhasil”. Kotak itu diberikan empat dan masing-masing ada pensil yang terangkai huruf acak yang harus disusun.” Kata kedua anak tersebut menjelaskan.

“Oh aku mengerti. Kalau begitu ini sudah sempurna. Kata guruku, rangkaian tulisan ini bertuliskan “rajin”. Kata Muaro menambahkan.

“Wah kamu pintar, ular. Bila kita rangkaikan tulisan ini menjadi “Rajin belajar maka kau berhasil”, ujar mereka dengan semangat.

“Kita harus rajin belajar agar kita berhasil. Begitulah pak guru menyusun teka-teki ini untuk kami.” Kata salah seorang anak tersebut kepada Muaro.

“Kalian benar. Aku juga menyadari pentingnya belajar sekarang,” ujar muaro sambil tersenyum.

Cerita Fiksi Sikap Setia Kawan dan Kebersamaan Antar Teman part5.jpg