Download Aplikasi Ngedongeng di
Cerita Fabel Anak Memberi Pesan Mendidik Tanpa Hardik
Ketika sampai diujung rumah Muaro, mata Muaro tertuju pada sebuah perahu kecil yang bermuara tepat di depan rumahnya. Tanpa berfikir apa pun, Muaro langsung datang menghampiri lalu mendekati rumahnya dan berteriak,
“Hei apa yang telah kalian lakukan disini? Cepat tinggalkan tempat ini atau aku akan memakan kalian semua.” Tak lama kemudian, keluarlah dua orang anak laki-laki sambil memegang tombak dan sebuah buku. Melihat tombak yang runcing, Muaro berfikir mereka akan membunuhnya.
“Wah jadi kamu yang tinggal disini ya, ular. Aku tidak bermaksud mengganggu tempat tinggalmu. Aku hanya ingin mencari kotak pensilku yang terbawa arus kemarin. Apakah kamu melihatnya?” tanya si anak kepada Muaro.
“Mendengar penjelasan si anak, Muaro segera mengeluarkan kotak pensil tersebut dari mulutnya.
“Apakah ini yang kalian cari? Pulanglah cepat sebelum nafsu laparku bangkit dan aku akan memakan kalian berdua,” kata Muaro kepada si anak.
“Wah terima kasih ular. Kamu ular yang baik. Aku hampir putus asa mencari pensil terakhir karena di setiap batang pensil ini adalah kata kunci dari teka-teki yang diberikan oleh guru kami. “ jawab si anak dengan jelas.
Dengan rasa penasaran, Muaro pun bertanya kembali dengan si anak,
“Memangnya apa kata yang sudah kalian kumpulkan? Aku tidak mengerti,” tukas Muaro dengan wajah bingung.
“Kami sudah menemukan rangkaian hurufnya, “belajar maka kau berhasil”. Kotak itu diberikan empat dan masing-masing ada pensil yang terangkai huruf acak yang harus disusun.” Kata kedua anak tersebut menjelaskan.
“Oh aku mengerti. Kalau begitu ini sudah sempurna. Kata guruku, rangkaian tulisan ini bertuliskan “rajin”. Kata Muaro menambahkan.
“Wah kamu pintar, ular. Bila kita rangkaikan tulisan ini menjadi “Rajin belajar maka kau berhasil”, ujar mereka dengan semangat.
“Kita harus rajin belajar agar kita berhasil. Begitulah pak guru menyusun teka-teki ini untuk kami.” Kata salah seorang anak tersebut kepada Muaro.
“Kalian benar. Aku juga menyadari pentingnya belajar sekarang,” ujar muaro sambil tersenyum.